Prabowo Blak-blakan: Pertumbuhan Ekonomi RI Belum Adil?

Prabowo Blak-blakan: Pertumbuhan Ekonomi RI Belum Adil?

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto secara gamblang mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan introspeksi jujur terhadap kondisi perekonomian nasional. Meski data makroekonomi menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten selama beberapa dekade, Prabowo secara terbuka mempertanyakan efektivitas distribusi hasil pembangunan tersebut agar dapat dinikmati secara adil oleh seluruh lapisan masyarakat. Penegasan ini menggarisbawahi imperatif untuk mengembalikan fondasi pembangunan ekonomi pada nilai-nilai Pancasila.

Dalam pidato inspeksi upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Presiden Prabowo menyerukan pentingnya kejujuran kolektif. "Marilah kita selalu jujur kepada diri kita sendiri. Kita harus mengakui kelemahan-kelemahan dan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi," ujarnya, menekankan bahwa pengakuan atas realitas adalah langkah awal untuk merumuskan solusi yang tepat.

Prabowo Blak-blakan: Pertumbuhan Ekonomi RI Belum Adil?
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Prabowo mengakui bahwa kurva pertumbuhan ekonomi Indonesia memang terus menanjak dalam beberapa dasawarsa terakhir. Namun, ia secara retoris mengajukan pertanyaan fundamental: "Tapi, apakah pertumbuhan itu sudah merata? Sudah dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia secara adil?" Pertanyaan ini menyoroti disparitas ekonomi yang masih menjadi tantangan signifikan. Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak boleh sekadar berorientasi pada angka-angka pertumbuhan, melainkan harus berlandaskan pada prinsip keadilan sosial yang termaktub dalam Pancasila.

COLLABMEDIANET

Related Post

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengingatkan akan kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah ruah, mulai dari potensi mineral strategis hingga komoditas agraria yang subur. Potensi ekonomi yang masif ini, imbuhnya, seharusnya menjadi modal utama untuk mewujudkan distribusi kesejahteraan yang lebih inklusif dan merata bagi seluruh rakyat Indonesia, bukan hanya segelintir pihak. Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pemerintahannya akan memprioritaskan pemerataan hasil pembangunan sebagai pilar utama kebijakan ekonomi ke depan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar