Misteri Lonjakan Harga Beras dan Mafia

Misteri Lonjakan Harga Beras dan Mafia

mediaseruni.co.id – Kondisi pasar pangan nasional tengah diguncang oleh fenomena kenaikan harga beras yang tidak wajar. Di tengah klaim ketersediaan stok yang melimpah, masyarakat justru harus menghadapi kenyataan pahit berupa harga yang melambung tinggi hingga kelangkaan produk beras premium di berbagai ritel modern. Situasi ini memicu kecurigaan besar mengenai adanya permainan di balik layar yang melibatkan pihak-pihak tidak bertanggung jawab.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara tegas menyoroti adanya dugaan keterlibatan mafia dalam permainan harga ini. Menurutnya, ketidakseimbangan antara stok yang tersedia dengan harga di pasar merupakan indikasi kuat adanya praktik manipulasi. Amran menyatakan bahwa fenomena ini bukan sekadar fluktuasi pasar biasa, melainkan sebuah tindakan yang merugikan hajat hidup orang banyak.

Misteri Lonjakan Harga Beras dan Mafia
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Kenapa harga beras naik padahal stok sebenarnya banyak? Jawabannya adalah karena ada mafia. Inilah yang memicu kegaduhan di tengah masyarakat," ujar Amran dalam sebuah konferensi pers di Jakarta.

COLLABMEDIANET

Salah satu fakta yang paling mengejutkan adalah besarnya nilai kerugian yang dialami oleh rakyat akibat praktik ilegal ini. Mentan mengungkapkan bahwa dugaan penipuan dan permainan harga ini telah merampas hak masyarakat dengan nilai mencapai Rp90 triliun. Ia memberikan ilustrasi ekstrem mengenai bagaimana oknum tertentu melakukan praktik "permainan harga" yang sangat tidak manusiawi.

Amran mencontohkan adanya skema di mana beras yang seharusnya dibeli dengan harga sekitar Rp13.000 per kilogram, justru dijual kembali ke konsumen dengan harga fantastis mencapai Rp57.000 per kilogram. "Bayangkan, dari Rp13.000 melonjak ke Rp57.000. Itu bukan perdagangan yang adil, itu adalah penipuan terhadap hak rakyat," tegasnya dengan nada geram.

Menanggapi situasi yang kian memanas, pemerintah menyatakan tidak akan memberikan toleransi sedikit pun bagi para pemain ilegal ini. Amran menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil langkah tegas untuk membersihkan rantai distribusi pangan dari praktik mafia. Ia berkomitmen bahwa tidak akan ada ruang bagi para mafia beras untuk terus mengeruk keuntungan di atas penderitaan rakyat Indonesia.

Sebagai langkah konkret untuk meredam gejolak harga, pemerintah saat ini tengah menggenjot berbagai program intervensi pasar. Salah satunya adalah melalui intensifikasi operasi pasar secara masif di berbagai wilayah. Selain itu, pemerintah juga terus menyalurkan bantuan pangan secara berkelanjutan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga terus digencarkan guna memastikan ketersediaan beras dengan harga terjangkau. Saat ini, bantuan pangan telah menyasar sekitar 33,4 juta jiwa di seluruh pelosok negeri, ditambah dengan penyaluran beras SPHP sebanyak 1 juta ton. Dengan langkah-langkah strategis ini, pemerintah optimis harga beras dapat segera kembali stabil dan terjangkau dalam waktu dekat.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar