mediaseruni.co.id – Perjalanan karier Luky Alfirman di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengalami plot twist yang luar biasa dramatis. Setelah sempat terdepak dari posisinya, pria ini justru mendapatkan kepercayaan besar dari Presiden Prabowo Subianto untuk menduduki kursi strategis sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu).
Momen pelantikan yang berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026), menjadi titik balik penting bagi Luky. Ia resmi mengemban amanah baru bersama Nur Kholis Ibnu Aman dalam jajaran pimpinan baru di kementerian pengelola keuangan negara tersebut. Kembalinya Luky ke lingkaran kekuasaan kementerian ini memicu berbagai reaksi dari publik, mengingat dinamika politik dan birokrasi yang sempat melibatkannya beberapa bulan lalu.

Usai prosesi pelantikan, Luky tidak bisa menyembunyikan rasa harunya. Ia mengungkapkan bahwa kembalinya dirinya ke dalam struktur Kemenkeu adalah sebuah anugerah yang tidak disangka-sangka. Dengan nada penuh syukur, ia menyebut bahwa perasaan yang ia rasakan saat ini sangat kompleks, antara antusiasme tinggi dan rasa terkejut yang mendalam.

Related Post
"Senang sekali saya bisa kembali berada di sini. Saya tak henti-hentinya mengucapkan syukur Alhamdulillah atas kesempatan saya bisa kembali lagi ke sini. Kalau ditanya, rasanya campur aduk. Excited, tapi juga ada kagetnya," ujar Luky saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta.
Jika menilik ke belakang, posisi Luky sempat mengalami guncangan hebat. Sebelum menjabat sebagai Wamenkeu, ia adalah seorang birokrat senior yang memegang kendali sebagai Direktur Jenderal Anggaran (DJA). Namun, kariernya sempat menemui jalan buntu ketika ia dicopot dari jabatan tersebut oleh mantan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, pada April 2026 yang lalu.
Pencopotan tersebut bukan tanpa alasan. Saat itu, Luky terseret dalam pusaran polemik terkait kebijakan anggaran, khususnya mengenai kelayakan pengadaan kendaraan operasional untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Isu tersebut sempat menjadi sorotan tajam di media massa dan menjadi ujian berat bagi kredibilitasnya sebagai pengelola anggaran negara.
Menariknya, Luky menanggapi masa-masa sulit saat ia berada di luar struktur kementerian dengan sikap yang cukup santai dan penuh humor. Di hadapan rekan-rekan sejawat dan jajaran pejabat Kemenkeu, ia sempat berseloroh bahwa masa vakumnya tersebut merupakan periode "hibernasi" sebelum akhirnya terbangun kembali untuk tugas yang lebih besar.
Kini, dengan jabatan baru sebagai Wakil Menteri Keuangan, publik menanti langkah nyata Luky Alfirman dalam memperkuat stabilitas fiskal nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Kembalinya sang birokrat senior ini diharapkan mampu membawa perspektif baru sekaligus stabilitas dalam pengelolaan anggaran negara yang kian kompleks.








Tinggalkan komentar