Jakarta, mediaseruni.co.id – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Rachmat Gobel, seorang tokoh yang diakui memiliki kontribusi besar dalam membangun fondasi hubungan industrial yang kokoh dan harmonis di Indonesia. Dalam kunjungannya ke rumah duka di Jakarta pada Jumat (10/7/2026), Menaker Yassierli secara khusus menyoroti Gobel sebagai figur yang patut diteladani, terutama dalam praktik pengelolaan perusahaan yang berpihak pada keseimbangan antara pekerja dan pengusaha.
Yassierli menyatakan bahwa pengalaman dan filosofi Rachmat Gobel dalam memimpin perusahaan merupakan contoh nyata bagi dunia usaha nasional. "Saya mengenal beliau sebagai figur yang sangat bisa kita jadikan teladan, khususnya dalam mengelola perusahaan terkait hubungan industrial," ujar Yassierli, seperti dikutip dari mediaseruni.co.id. Pendekatan Gobel dalam merajut hubungan industrial dianggap krusial untuk menjaga stabilitas dan produktivitas di sektor ketenagakerjaan.

Lebih lanjut, Menaker mengungkapkan bahwa selama masa jabatannya, ia telah beberapa kali mengunjungi perusahaan milik almarhum Gobel untuk mendalami praktik hubungan industrial yang diterapkan. "Selama saya menjadi menteri, rasanya sudah dua hingga tiga kali saya meninjau perusahaan beliau. Kami belajar dan melihat langsung bagaimana praktik hubungan industrial dijalankan," jelasnya.

Related Post
Ia menambahkan bahwa salah satu perusahaan Gobel, Panasonic, bahkan telah menjadi rujukan utama dalam penerapan "hubungan industrial Pancasila" yang mengedepankan keadilan, musyawarah, dan kesejahteraan bersama. Model ini, menurut Yassierli, adalah kunci untuk menciptakan iklim kerja yang kondusif dan berkelanjutan, selaras dengan semangat ekonomi Pancasila.
Penekanan pada hubungan industrial yang harmonis ini bukan tanpa alasan. Dalam konteks ekonomi makro, stabilitas hubungan antara pekerja dan manajemen adalah pilar penting untuk produktivitas, investasi, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Model yang diwariskan oleh Rachmat Gobel, yang mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila dalam praktik bisnis, menjadi relevan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif dan mengurangi potensi konflik ketenagakerjaan yang dapat menghambat laju perekonomian nasional.
Kepergian Rachmat Gobel meninggalkan warisan berharga, terutama dalam membangun jembatan komunikasi dan keseimbangan kepentingan di dunia industri. Sosoknya akan terus dikenang sebagai pionir yang berhasil membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan kesejahteraan pekerja melalui pendekatan hubungan industrial yang humanis dan berkeadilan.









Tinggalkan komentar