JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto, didampingi jajaran menteri ekonomi dan pejabat tinggi, baru-baru ini menggelar pertemuan krusial guna membahas potensi dampak eskalasi konflik di Timur Tengah terhadap perekonomian global dan domestik. Fokus utama diskusi adalah memastikan stabilitas pasokan energi dan keberlanjutan fiskal negara di tengah gejolak geopolitik.
Pertemuan yang berlangsung di Istana Negara tersebut dihadiri oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta sejumlah menteri kunci Kabinet Merah Putih. Di antara mereka adalah Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, dan Menteri Investasi Rosan P Roeslani. Informasi mengenai konsolidasi strategis ini diungkapkan melalui kanal media sosial resmi Sekretariat Kabinet pada Kamis (12/3/2026).
Dalam diskusi mendalam, pemerintah memberikan jaminan bahwa pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan gas nasional berada dalam kondisi yang sangat memadai. Lebih lanjut, ditegaskan komitmen pemerintah untuk terus memantau pergerakan harga energi di pasar global. Langkah-langkah mitigasi yang proaktif sedang disiapkan untuk memastikan bahwa fluktuasi harga tidak akan menimbulkan gejolak signifikan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Related Post
Presiden Prabowo secara spesifik menggarisbawahi urgensi percepatan program swasembada energi sebagai benteng pertahanan ekonomi jangka panjang. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya penguatan digitalisasi dalam tata kelola pemerintahan, termasuk melalui inisiatif percontohan digitalisasi penyaluran bantuan sosial (bansos). Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi belanja negara secara signifikan dan memperkuat akuntabilitas.
Menutup arahannya, Kepala Negara meminta seluruh jajaran kabinet untuk senantiasa menjaga kewaspadaan dan proaktif dalam mengantisipasi setiap perkembangan situasi global. Tujuannya jelas: memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap kokoh dan berdaya tahan di tengah dinamika geopolitik yang penuh tantangan.









Tinggalkan komentar