mediaseruni.co.id – Menjelang lonjakan mobilitas masyarakat pada musim libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026/2027, Kementerian Perhubungan mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh operator transportasi. Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, menegaskan bahwa keselamatan penumpang adalah prioritas utama yang tidak dapat ditawar, terutama bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengelola sektor transportasi nasional.
Dalam sebuah pertemuan resmi di Jakarta pada Minggu (8/11/2026), Suntana memberikan instruksi tegas agar tidak ada satu pun armada yang gagal dalam uji kelaikan jalan atau ramp check dipaksa untuk beroperasi. Langkah ini diambil guna meminimalisir risiko kecelakaan fatal di tengah tingginya volume kendaraan yang akan bergerak di seluruh penjuru tanah air.

"Saya meminta secara khusus kepada rekan-rekan di BUMN, jangan sekali-kali mengoperasikan kendaraan yang tidak lulus uji ramp check. Faktor keselamatan harus menjadi pertimbangan utama di atas segalanya," ujar Suntana dengan nada tegas.

Related Post
Instruksi ini tidak hanya ditujukan bagi perusahaan negara, tetapi juga menyasar para pengusaha angkutan swasta. Suntana menekankan bahwa pengusaha tidak boleh hanya mengejar keuntungan semata dengan menerima pesanan masyarakat jika kondisi armada mereka belum memenuhi standar keamanan atau belum mengantongi izin resmi. Ia meminta para penyedia jasa untuk berani menolak pesanan demi menjaga nyawa penumpang.
Di sisi lain, pemerintah juga mengimbau masyarakat agar lebih cerdas dan kritis dalam memilih moda transportasi. Calon penumpang diharapkan selalu mengecek legalitas perizinan serta memastikan bahwa armada yang mereka sewa atau gunakan telah dinyatakan laik jalan oleh otoritas terkait sebelum memulai perjalanan wisata.
Prediksi lonjakan pergerakan masyarakat pada periode Nataru kali ini menunjukkan tren kenaikan yang sangat signifikan. Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, jumlah pergerakan warga pada Nataru 2024-2025 mencapai angka 94 juta jiwa. Angka tersebut merangkak naik menjadi 110 juta pada periode 2025-2026, dan kini diproyeksikan akan menembus angka 120 juta jiwa pada musim libur akhir tahun 2026/2027.
Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas yang masif ini, pemerintah telah menyiapkan langkah strategis melalui penyaluran stimulus sektor transportasi. Menariknya, anggaran yang dialokasikan tahun ini mengalami lonjakan drastis. Jika pada tahun sebelumnya pemerintah hanya mengucurkan Rp387,53 miliar, kini stimulus yang disiapkan mencapai Rp883,4 miliar.
Peningkatan anggaran lebih dari dua kali lipat ini diharapkan dapat memperlancar arus distribusi dan mobilitas masyarakat, sekaligus memastikan infrastruktur serta layanan transportasi siap menghadapi tantangan di lapangan. Dengan prinsip zero tolerance terhadap pelanggaran keselamatan, pemerintah berharap libur akhir tahun dapat berjalan lancar tanpa insiden yang merugikan.







Tinggalkan komentar