mediaseruni.co.id – Kabar mengejutkan datang dari sektor ekonomi nasional. Badan Pusat Statistik BPS baru saja merilis data yang menunjukkan Indonesia mengalami deflasi sebesar 014 persen secara bulanan pada Juli 2026. Angka ini tentu menarik perhatian banyak pihak terutama di tengah gejolak harga komoditas yang kerap berfluktuasi.
Penurunan harga secara umum ini bukan tanpa sebab. BPS mengidentifikasi bahwa kelompok makanan minuman dan tembakau menjadi motor utama di balik fenomena deflasi tersebut. Tercatat kelompok kebutuhan pokok ini mengalami penurunan harga yang signifikan hingga 089 persen pada periode yang sama.

Kontribusi kelompok pangan terhadap deflasi bulanan secara keseluruhan tidak dapat diremehkan. Dari total deflasi 014 persen kelompok makanan minuman dan tembakau menyumbang andil sebesar 026 persen. Ini mengindikasikan bahwa stabilisasi atau bahkan penurunan harga pada komoditas pangan memiliki dampak besar terhadap daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi makro. Fenomena ini menjadi sorotan penting bagi pemerintah dan masyarakat luas.

Related Post







Tinggalkan komentar