BOGOR – PT Pertamina New and Renewable Energy (PNRE) mencatatkan kinerja gemilang di semester I-2025. Unit bisnis Pertamina yang fokus pada Energi Baru Terbarukan (EBT) ini sukses mencetak laba dan pendapatan yang signifikan.
Hingga pertengahan tahun ini, kapasitas terpasang pembangkit EBT yang dikelola PNRE mencapai 2.842,10 megawatt (MW). Produksi listriknya pun mencapai 4.226.027 MWh, setara dengan 55,4% dari target tahunan perusahaan.
"Tingkat gangguan operasional yang rendah menunjukkan efisiensi manajemen risiko yang baik," ujar Corporate Secretary PNRE, Dicky Septriadi, dalam sebuah diskusi.

Related Post
Dari sisi finansial, PNRE membukukan pendapatan sebesar USD209,087 juta dan laba tahun berjalan mencapai USD52 juta. Investasi yang telah digelontorkan mencapai USD153,8 juta.
Salah satu kontributor utama kinerja positif ini adalah bisnis panas bumi yang dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Saat ini, PGEO mengelola pembangkit listrik panas bumi (PLTP) dengan total kapasitas 727 MW.
Dicky menambahkan, PNRE akan terus meningkatkan kolaborasi dengan PLN untuk mengoptimalkan pemanfaatan panas bumi. "Ada proyek kerja sama di Hulu Lais, di mana uap panas bumi akan langsung diserap dan diubah menjadi listrik oleh PLN," jelasnya. Konsep ini diharapkan dapat menjadi strategi yang saling menguntungkan dan perlu terus didukung.









Tinggalkan komentar