Kementerian Pertanian melalui Menteri Andi Amran Sulaiman mengungkapkan fenomena El Nino telah memicu kekeringan pada area pertanian seluas 50 ribu hektare di berbagai wilayah Indonesia Meski demikian Amran memastikan pasokan pangan nasional tetap terjaga dan produksi belum terganggu secara signifikan
Estimasi awal menunjukkan sekitar 50 ribu hektare lahan telah merasakan dampak kekeringan ujar Amran saat ditemui di kantornya Senin lalu Namun ia menekankan angka tersebut masih dalam kategori aman Berdasarkan data Badan Pusat Statistik BPS produksi pangan kita masih stabil dan mencukupi

Area yang paling merasakan imbas kekeringan mayoritas berada di dataran tinggi atau wilayah geografis yang lebih menantang Lokasinya tersebar merata baik di Pulau Jawa maupun di luar Jawa

Related Post
Pemerintah tidak tinggal diam Berbagai strategi telah disiapkan untuk menghadapi ancaman kekeringan berkepanjangan ini Langkah konkret yang diambil meliputi program pompanisasi intensif perbaikan sistem irigasi serta pembangunan irigasi pompa irpom sumur dalam dan sumur dangkal
Fokus utama juga diarahkan pada penanaman di area yang sudah memiliki infrastruktur irigasi memadai Tercatat perbaikan jaringan irigasi telah menjangkau sekitar tiga hingga empat juta hektare lahan Selain itu penggunaan benih unggul yang lebih resisten terhadap kondisi kering menjadi prioritas bersamaan dengan penerapan metode budidaya inovatif yang terbukti mampu mendongkrak produktivitas
Amran menjelaskan salah satu terobosan adalah penggunaan varietas benih yang tangguh terhadap kekeringan serta adopsi metode pertanian modern yang disebut AAS Modern Advanced Agricultural System Metode ini diklaim mampu menghasilkan panen luar biasa hingga 10 bahkan 12 ton per hektare









Tinggalkan komentar