mediaseruni.co.id – Gelaran balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP, kembali menyapa para penggemar setianya di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat. Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober 2026 ini bukan sekadar ajang adu kecepatan para pembalap kelas dunia, melainkan sebuah mesin penggerak ekonomi yang luar biasa bagi Indonesia.
Proyeksi dampak ekonomi yang dihasilkan dari ajang internasional ini diperkirakan mampu menyentuh angka fantastis, yakni mendekati Rp5 triliun. Angka ini mencerminkan betapa besarnya pengaruh sektor olahraga terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, terutama dalam memperkuat posisi Indonesia di peta pariwisata dunia.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menegaskan bahwa penyelenggaraan MotoGP di Mandalika telah dirancang dengan visi jangka panjang. Menurutnya, dampak yang dihasilkan tidak hanya dirasakan selama tiga hari balapan berlangsung, tetapi juga memberikan efek domino yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat.

Related Post
"MotoGP Mandalika bukan sekadar ajang balapan selama tiga hari. Event ini merupakan katalisator penting untuk pengembangan destinasi wisata, penguatan konektivitas antarwilayah, serta penggerak utama ekonomi lokal. Melalui ajang ini, kita membawa nama Indonesia dan Mandalika ke panggung global," ungkap Maya dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Dampak ekonomi tersebut tersebar secara merata di berbagai sektor vital. Sektor pariwisata, penyediaan akomodasi atau perhotelan, jasa transportasi, hingga sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi pihak yang paling merasakan limpahan keuntungan dari kedatangan ribuan wisatawan mancanegara maupun domestik.
Data menunjukkan bahwa pertumbuhan ajang ini sangat signifikan. Sejak pertama kali digelar pada tahun 2022, tren jumlah penonton terus mengalami peningkatan yang konsisten. Jika pada tahun 2023 jumlah penonton tercatat sebanyak 102.929 orang, angka tersebut melonjak tajam menjadi 140.324 orang pada tahun 2025. Lonjakan ini menjadi bukti bahwa daya tarik Mandalika sebagai destinasi wisata olahraga (sport tourism) semakin kuat di mata dunia.
Selain memberikan suntikan dana triliunan rupiah ke dalam perputaran ekonomi, gelaran tahun kelima ini juga memiliki peran sosial yang besar. MotoGP Mandalika mampu menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja lokal, yang memberikan peluang lapangan kerja nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan Mandalika. Tak hanya itu, sebanyak 600 pelaku UMKM juga dilibatkan secara aktif dalam ekosistem acara ini, memberikan mereka kesempatan untuk memasarkan produk lokal kepada audiens internasional.
Dengan kombinasi antara prestasi olahraga, pengembangan infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi rakyat, MotoGP Mandalika 2026 diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam memperkuat kemandirian ekonomi berbasis pariwisata di Indonesia.









Tinggalkan komentar