Bahlil Tahan Proyek Raksasa Listrik ASEAN

Bahlil Tahan Proyek Raksasa Listrik ASEAN

mediaseruni.co.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia secara mengejutkan menahan persetujuan Indonesia terhadap proyek ambisius Jaringan Listrik ASEAN atau ASEAN Power Grid. Penolakan ini bukan tanpa alasan kuat. Bahlil menegaskan bahwa skema kerja sama yang ditawarkan saat ini belum mencerminkan prinsip keuntungan yang setara dan berkeadilan bagi semua pihak.

Pernyataan tegas ini disampaikan Bahlil dalam sebuah forum energi penting yang berlangsung di ICE BSD Tangerang. Ia membeberkan bahwa dirinya telah berkomunikasi dengan Menteri Energi Malaysia terkait rencana pengembangan proyek tersebut. Pada dasarnya, Indonesia sangat terbuka terhadap integrasi jaringan listrik di kawasan Asia Tenggara. Namun, ada satu syarat mutlak yang belum terpenuhi.

Bahlil Tahan Proyek Raksasa Listrik ASEAN
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Saya belum membubuhkan tanda tangan karena perhitungan saya menunjukkan belum adanya keuntungan yang berimbang. Jika sudah mencapai titik kesepakatan yang adil, saya pasti akan menyetujuinya," ujar Bahlil.

COLLABMEDIANET

Bahlil menjelaskan bahwa konsep ‘untung bersama’ tidak hanya berarti kedua belah pihak mendapat manfaat. Lebih dari itu, keadilan dalam pembagian keuntungan menjadi kunci utama. Ia mencontohkan, pembagian yang tidak seimbang seperti satu pihak mendapat 70% dan yang lain hanya 30% jelas bukan definisi dari kerja sama yang adil.

Meski demikian, Bahlil menekankan bahwa Indonesia tetap membuka diri lebar-lebar untuk berkolaborasi dengan negara-negara tetangga, termasuk dalam urusan perdagangan energi listrik. Keinginan untuk menjalin persahabatan dengan semua negara sangat kuat, namun landasan kerja sama haruslah iktikad baik dan saling menghargai. Indonesia tidak mempermasalahkan jika negara tetangga ingin mengimpor listrik dari dalam negeri, asalkan prinsip keadilan dan saling menghormati menjadi fondasi utama.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar