AI Ubah Nasib Nelayan Cilacap Panen Jutaan

AI Ubah Nasib Nelayan Cilacap Panen Jutaan

mediaseruni.co.id – Ketidakpastian hasil tangkapan laut seringkali menjadi momok bagi para nelayan tradisional. Perjalanan melaut yang menguras tenaga dan biaya bahan bakar tak jarang berakhir dengan kekecewaan, bahkan kerugian besar. Di wilayah pesisir Cilacap Selatan, Jawa Tengah, data menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen pelayaran nelayan berakhir tanpa keuntungan berarti. Namun kini, sebuah terobosan teknologi mengubah segalanya.

Sebuah startup inovatif bernama MetaSeaco, hasil binaan program Pertamuda Pertamina, memperkenalkan teknologi canggih bernama Iwak. Sistem ini mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) dengan data satelit untuk memberikan panduan akurat kepada nelayan. Dengan Iwak, para pelaut bisa mengetahui waktu terbaik untuk berlayar, jenis ikan yang berpotensi melimpah, hingga titik koordinat paling strategis untuk menebar jaring.

AI Ubah Nasib Nelayan Cilacap Panen Jutaan
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Dari rumah, nelayan sudah bisa memprediksi apakah hari itu menguntungkan untuk melaut atau tidak. Jika kondisi mendukung, teknologi ini juga merekomendasikan lokasi dan momen terbaik untuk mendapatkan hasil tangkapan maksimal," jelas Catur Prasetyo Nugroho, CEO MetaSeaco.

COLLABMEDIANET

Dampak positif Iwak sudah terasa nyata. Saat ini, 15 kapal nelayan di Cilacap telah mengadopsi teknologi ini. Hasilnya sungguh mencengangkan: biaya operasional berhasil ditekan hingga 23 persen, sementara pendapatan rata-rata nelayan melonjak drastis mencapai 68 persen. Angka perjalanan melaut yang merugi pun menurun signifikan, dari 41 persen menjadi sekitar 30 persen.

Keakuratan prediksi Iwak patut diacungi jempol. Untuk ikan tenggiri batang, akurasinya mencapai 91 persen. Sementara itu, prediksi ikan bawal putih memiliki tingkat akurasi 85 persen, dan ikan layur sebesar 70 persen. Bahkan, dalam salah satu ekspedisi, nelayan yang mengikuti rekomendasi koordinat dari Iwak berhasil membawa pulang pendapatan fantastis sekitar Rp 3 juta dalam sekali melaut. Teknologi ini benar-benar menjadi harapan baru bagi kesejahteraan nelayan Indonesia.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar