Rupiah Nyaris Rp18.000: Purbaya Ungkap Dalang & Sikap KSSK!
JAKARTA – Gejolak nilai tukar rupiah yang terus melemah hingga mendekati ambang psikologis Rp18.000 per dolar AS telah memicu kekhawatiran di pasar keuangan nasional. Menanggapi situasi ini, Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Purbaya Yudhi Sadewa, angkat bicara, menegaskan bahwa belum ada urgensi untuk menggelar rapat darurat KSSK di luar jadwal rutin. Purbaya juga membongkar beberapa faktor, termasuk rumor tak berdasar, yang ditudingnya memperkeruh sentimen pasar.

Pergerakan rupiah yang sempat menyentuh level Rp17.900 per dolar AS dalam beberapa hari terakhir menjadi sorotan tajam para pelaku pasar dan ekonom. Menurut Purbaya, stabilitas nilai tukar secara fundamental merupakan domain penuh Bank Indonesia (BI). Pemerintah, lanjutnya, memilih untuk memberikan ruang bagi bank sentral agar dapat mengoptimalkan seluruh instrumen moneter yang dimilikinya.

Related Post
"Pertama itu kan jurisdiksi Bank Sentral untuk menjaga nilai tukar. Itu biar mereka jalan dulu. Nanti kita lakukan rapat berkala secara normal saja," ujar Purbaya usai menghadiri rapat RUU P2SK, Rabu (3/6), seperti dilansir dari mediaseruni.co.id.
Meskipun demikian, koordinasi antarlembaga di tingkat deputi KSSK tetap berjalan intensif setiap bulan untuk memonitor perkembangan sektor keuangan. Purbaya menegaskan, apabila Bank Sentral merasa perlu konsolidasi lebih cepat atau ada indikasi peningkatan koordinasi yang dapat memperbaiki nilai tukar, KSSK siap merespons. "Tapi kalau ada, kita bisa melihat ada koordinasi yang bisa ditingkatkan, sehingga memperbaiki nilai tukar, kita akan lakukan. Kecuali Bank Sentral minta rapat cepat, ya kita akan rapat cepat," tambahnya.
Ketika disinggung mengenai proyeksi pelemahan rupiah yang berpotensi menembus angka Rp18.000 pada bulan Juni ini, Purbaya menyoroti bahwa gejolak tajam dalam satu hingga dua hari terakhir sebagian besar dipicu oleh maraknya sentimen negatif dan rumor yang tidak berdasar di pasar keuangan. Salah satu rumor yang beredar luas adalah adanya instruksi dari dirinya agar perbankan nasional segera melakukan stress test (uji ketahanan) menghadapi skenario rupiah di atas Rp18.000.
Purbaya secara tegas membantah spekulasi tersebut, menyebutnya sebagai informasi yang menyesatkan dan tidak memiliki dasar faktual. Penegasan ini diharapkan dapat meredakan kepanikan dan memberikan kejelasan di tengah ketidakpastian pasar. Dengan demikian, fokus utama pemerintah dan KSSK saat ini adalah memberikan dukungan penuh kepada Bank Indonesia dalam menjalankan tugasnya menjaga stabilitas moneter, sembari tetap waspada terhadap dinamika pasar global dan domestik.









Tinggalkan komentar