Peringatan Prabowo: Bukan Hitler, Tapi Ini yang Paling Ditakuti!
JAKARTA, mediaseruni.co.id – Presiden terpilih Prabowo Subianto menyampaikan pesan tegas kepada kalangan pengusaha kelas kakap, menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi. Pernyataan ini dilontarkan dalam pidatonya pada acara Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026), di mana ia juga menyoroti tantangan dalam tata kelola birokrasi.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengungkapkan dirinya pernah mengumpulkan sejumlah pengusaha, yang sebagian besar merupakan kenalan dekatnya. "Saya sampaikan, sudahlah, kalian sudah besar, sudah kaya, patuhi peraturan," ujarnya, mengulang kembali nasihat yang pernah ia berikan. Pesan ini menggarisbawahi urgensi kepatuhan hukum sebagai fondasi utama bagi keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi yang sehat.

Related Post
Prabowo secara lugas menyoroti fenomena di mana kecerdasan seringkali disalahgunakan untuk mencari celah dalam peraturan. "Kalian pintar-pintar, tapi di Indonesia ini orang pintar itu pinternya pintar mencari peluang mengatasi peraturan. Ini dari sekolah kita belajar. Iya kan?" ia mempertanyakan secara retoris, mengindikasikan adanya pola pikir yang perlu diubah demi terciptanya iklim investasi yang transparan dan adil.
Oleh karena itu, ia menyerukan agar budaya "mempermainkan" sistem birokrasi ini dihilangkan. Namun, Prabowo juga tidak menutup mata terhadap tanggung jawab pemerintah. Ia mengakui bahwa birokrasi juga harus berbenah diri. "Tapi masalahnya pemerintah birokrasi juga harus benar. Kadang-kadang birokrasi yang tidak benar," tambahnya, menunjukkan bahwa perbaikan harus dilakukan secara komprehensif dari kedua belah pihak.
Dalam bagian lain pidatonya, Prabowo mengutip pernyataan yang konon pernah diucapkan oleh mantan Perdana Menteri Britania Raya, Winston Churchill. "Ada yang sampaikan ke saya bahwa Winston Churchill pernah mengatakan ‘I am more afraid of my bureaucrats than I am afraid of Adolf Hitler’," kata Prabowo, meskipun ia menambahkan keraguan akan keaslian kutipan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa semangat di balik pernyataan itu sangat ia rasakan. "Ya saya juga begitu," akunya, menyiratkan kekhawatiran serupa terhadap potensi hambatan yang bisa ditimbulkan oleh birokrasi yang tidak efisien atau korup.
Pesan Prabowo ini menjadi penekanan penting bagi seluruh pemangku kepentingan ekonomi, bahwa sinergi antara kepatuhan pelaku usaha dan reformasi birokrasi adalah kunci untuk mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan berdaya saing di kancah global.







Tinggalkan komentar