Terungkap! Strategi Mentan Amran Selamatkan Lumbung Pangan Sumatera

JAKARTA – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, membuat gebrakan signifikan di hadapan Komisi IV DPR RI. Dalam rapat kerja yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (14/1/2026), Mentan Amran secara resmi mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp5,1 triliun. Angka fantastis ini diajukan sebagai langkah krusial untuk memulihkan sektor pertanian di berbagai wilayah Sumatera yang terlanda bencana banjir bandang, sebuah inisiatif yang berpotensi menjadi pendorong ekonomi vital bagi kawasan tersebut.

Gambar Istimewa : img.okezone.com

Amran menjelaskan bahwa alokasi dana tambahan ini dirancang untuk mempercepat rehabilitasi dan revitalisasi aset pertanian yang rusak parah. Mayoritas anggaran, yakni Rp3,4 triliun, akan difokuskan pada rehabilitasi dan perluasan lahan sawah. Ini adalah langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional dan mengembalikan produktivitas petani pasca-bencana. Selain itu, sektor perkebunan, yang merupakan tulang punggung ekonomi sebagian besar wilayah Sumatera, juga akan mendapatkan porsi signifikan sebesar Rp456,4 miliar untuk rehabilitasi.

COLLABMEDIANET

Usulan tersebut juga mencakup dukungan penting lainnya untuk memperkuat ekosistem pertanian. Sebanyak Rp19,1 miliar dialokasikan untuk bantuan benih hortikultura guna diversifikasi tanaman dan peningkatan pendapatan petani. Sektor peternakan tidak luput dari perhatian, dengan Rp262,8 miliar untuk penyediaan pakan ternak, memastikan keberlanjutan produksi protein hewani. Peningkatan infrastruktur juga menjadi prioritas, dengan Rp674,7 miliar untuk sarana dan prasarana pertanian, termasuk alat dan mesin modern yang esensial, serta Rp291 miliar untuk perbaikan bangunan dan fasilitas penunjang lainnya.

"Kementerian Pertanian berkomitmen penuh untuk mengembalikan denyut nadi pertanian di ketiga provinsi terdampak," tegas Mentan Amran. Ia menambahkan bahwa upaya pemulihan akan dilakukan melalui optimalisasi APBN 2026 yang sudah ada, ditambah dengan usulan anggaran ekstra ini. Sejatinya, Kementan telah menyiapkan dana awal sebesar Rp1,49 triliun dari APBN 2026 untuk penanganan dampak bencana, meliputi rehabilitasi lahan, bantuan benih, perbaikan perkebunan, serta penyediaan alsintan, pupuk, dan pestisida. Namun, skala kerusakan pasca-bencana yang masif memerlukan intervensi finansial yang lebih besar dan komprehensif.

Dalam kesempatan tersebut, Amran secara khusus memohon dukungan dari pimpinan dan anggota Komisi IV DPR RI. "Kami sangat mengharapkan dukungan penuh dari Komisi IV untuk menyetujui alokasi tambahan anggaran ini. Ini bukan sekadar angka, melainkan investasi strategis untuk mempercepat pemulihan ekonomi lokal dan menjaga stabilitas pangan nasional," ujarnya, menekankan urgensi keputusan tersebut bagi keberlangsungan hidup ribuan petani di Sumatera.

Jika disetujui, tambahan anggaran ini diharapkan mampu menjadi katalisator kebangkitan pertanian Sumatera, mengembalikan produktivitas, dan memperkuat fondasi ekonomi regional dalam menghadapi tantangan di masa depan. Langkah ini dipandang krusial untuk memastikan bahwa lumbung pangan Sumatera dapat segera pulih dan terus berkontribusi pada ketahanan pangan Indonesia.


Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar