23.9 C
Jakarta
Sabtu, Januari 28, 2023

Bersama Keluarga di Wisata Kuliner Galuh Mas

TELUKJAMBE TIMUR, MEDIASERUNI.COM – Rasa durian medannya terasa lembut dibawah toping es krim tebal melapisi bagian atas adonan. Sementara biji tipis durian dibalut daging duriannya setengah terbenam di dalam es krim. Belum lagi serat-serat tebal daging duriannya, sepertinya sengaja dicemplungkan untuk menambah selera.

Penasaran? Datang saja ke lokasi wisata kuliner (wiskul) Galuh Mas di bagian depan halaman Mall Festive Walk. Dari namanya saja “Nyamplung” sudah membuat orang penasaran.

Nah awalnya dari situ, semula sih cuma jalan-jalan saja sambil lihat-lihat Wiskul Galuh Mas bersama keluarga. Kabarnya di wiskul ini banyak makanan dan minuman uniknya. Namun, begitu mata terbentur sederet tulisan bertuliskan “Es Nyamplung Duren” langsung timbul rasa penasaran.

Sebetulnya biasa saja, standnya sama dengan puluhan lainnya yang menawarkan aneka makanan dan minuman tradisional. Mungkin karena keluarga penikmat durian, makanya begitu membaca tulisan duren langsung saja ingin mencicipi.

Harga per porsinya variatif dari Rp25.000-Rp30.000, tergantung jenis es yang dipesan. Rasanya pun bervarian, ada es campur durian, es teler durian, es kelapa durian, es durian alfukat, maupun es kacang keju durian. Pendek kata, semuanya serba durian dengan rasa yang berbeda pula. Namun pilihan tetap kepada Es Nyamplung Durian deh.

Selain jenis minuman, Wiskul Galuh Mas juga menawarkan banyak pilihan, ada jajanan roti pelangi, bakso, siomay, aneka sosis dan masih banyak yang bisa didapatkan disana, bahkan seafood, aneka chicken, sampai nasi pecel pun ada loh. Kesempatan ini tidak disia-siakan Aria, anak kedua saya yang langsung berburu sosis, makanan kesukaannya, tak lama setelah kakaknya Arina memesan es nyamplung duren.

Sebanyak 25 stand jajanan lokal dilibatkan dalam Wiskul Galuh Mas ini. Wiskul ini sendiri berlangsung 17 hari, yakni 25 Oktober-10 November 2019. Galuh Mas menyelenggarakan kegiatan ini sebagai bentuk apresiasinya kepada mitra-mitra usaha yang berjualan di sekitar kawasan bisnis ini. Galuh Mas sendiri termasuk aktif menyelenggarakan kegiatan serupa dengan tenant-tenant berbeda.

BACA JUGA:  Diserbu Isu Virus Corona Harga Emas Batangan Meloncat

Demikian, tidak lama setelah menunggu, yang datang duluan ternyata es nyamplung durian. Masih diatas meja, tetapi aroma duriannya langsung menyeruak begitu penutup wadah es nya dibuka. “Lembut Yah, daging duriannya berasa banget,” suara Arina, Sabtu (9/11/2029).

Ia anak gadis saya yang masih SMP kelas tujuh, setelah menyeruput es pesanannya dengan sedotan besar. “Mau bun? es krimnya juga rasa durian tahu bun.” Arina menyodorkan wadah es nya kepada bundanya yang sedang menggendong Arsyila, adik bayinya yang baru berusia 10 bulan.

Baru saja bundanya menyeruput es yang disodorkan, tahu-tahu Aria datang membawa sosisnya. Alhasil, dalam satu meja itupun ada sosis unik dan es nyamplung duren. Tetapi si bunda sudah melirik seafood yang standnya tak jauh dari tempat mereka duduk. Tidak sempat memesan memang karena Arsyila keburu rewel.

Pengunjung wisata kuliner (WISKUL) tengah menikmati jajanan yang disuguhkan stand wiskul di Galuh Mas Karawang.

Mencoba Keluar Dari Tradisi

Tetapi, omong-omong soal es nyamplung duren, adalah Bayu Amsa nama pemilik stand ini. Sebetulnya dia generasi ketiga keluarga bandar durian asal Bekasi sekaligus orang pertama dalam keluarganya yang keluar dari tradisi lama penjual buah durian. Ditangan Bayu, buah durian yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ini disulap menjadi aneka minuman es segar.

“Saya dari keluarga bandar durian. Dari kakek, bapak sampai saya sendiri sebetulnya penjual buah durian. Tapi saya mencoba keluar dari tradisi keluarga dengan memvariasikan buah durian menjadi aneka es yang lezat. Sampai sekarang, salah satunya yang jadi unggulan ya Es Nyamplung Duren ini,” tutur Bayu, di stand wiskul ini Bayu dibantu teman wanitanya.

Kata “Nyamplung” sendiri merupakan inisiatifnya setelah tahu ternyata tinggi sekali penikmat buah durian di Karawang. Ditambah lagi dalam dunia penikmat durian ada istilah daging tebal biji tipis. Biasanya jenis daging duren seperti ini cuma ada di buah-buah durian import seperti durian montong. Tetapi bukan berarti duren lokal tidak memiliki jenis seperti itu.

BACA JUGA:  Bantu Tarik Wisatawan, Diskominfo Anggarkan Rp 180 Juta untuk Sediakan Akses Internet

“Biasanya memang duren import, tapi duren lokal juga banyak yang daging buahnya tebal. Dan saya menggunakan durian medan yang bijinya tipis,” ucap Bayu meski diakuinya terkadang harus menggunakan durian daerah lain kalau durian medannya belum musim.

Dituturkan Bayu, dalam satu buah durian biasanya terdiri dari lima sampai enam bilah. Nah, dalam satu bilah terkadang buahnya ada yang cuma satu, tetapi besar, dagingnya tebal dan bijinya tipis. Dikalangan penikmat buah durian daging buah seperti ini dikenal dengan istilah “Nyamplung”. “Nyamplung ini istilah untuk daging durian yang cuma ada satu dalam satu bilah,” terang Bayu.

Bayu juga mengaku sehari-hari membuka warung es nya di dekat wisata kuliner kapal disebelah Mall Festive Walk. Daging durian nyamplung ini kemudian dipisahkan dari bijinya dan diblender hingga menjadi adonan durian. Sebelum dimasukan ke dalam wadah minuman, terlebih dahulu wadahnya diisi batu es krikil. Setelah adonan merata dalam wadah, baru kemudian bagian atasnya ditaburi toping es krim tebal sebelum kemudian ditindih biji durian tipis hingga setengah tenggelam dalam toping es krimnya.

Bayu sendiri mengaku penikmat “Es Nyamplung Duren”nya lumayan banyak. Dalam sehari, standnya bisa menghabiskan sekitar 30 butir buah durian. Jika dalam satu butir bisa menjadi tiga sampai empat porsi, sudah bisa dihitung pendapatannya selama 17 hari. Okelah kalau begitu. Semoga sukses Bayu. (ari)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
28PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: