mediaseruni.co.id – Berbagai kabar penting mewarnai dinamika ekonomi dan kebijakan publik Indonesia hari ini Kamis 17 September 2026. Mulai dari terkuaknya praktik tak biasa di tubuh Direktorat Jenderal Pajak hingga gejolak pasar modal yang dipicu kebijakan global, semua menjadi sorotan utama. Pemerintah juga bergerak cepat menyalurkan bantuan sosial serta merancang strategi ketahanan energi dan infrastruktur.
Direktorat Jenderal Pajak baru-baru ini membuat publik terkejut dengan pengungkapan sejumlah nama yang dianggap "ajaib" dalam rotasi pejabat di era kepemimpinan Purbaya. Informasi ini memicu diskusi hangat mengenai transparansi dan akuntabilitas di lembaga vital tersebut, sekaligus menyoroti perlunya reformasi berkelanjutan demi kepercayaan publik.

Di sisi lain kabar gembira datang bagi jutaan keluarga penerima manfaat. Sebanyak 4,33 juta keluarga baru kini resmi terdaftar setelah pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSEN). Bantuan Langsung Tunai (BLT) senilai Rp5,4 juta dan skema BLT untuk 50 juta warga miskin dijadwalkan segera cair. Ini menjadi angin segar di tengah tantangan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat.

Related Post
Sementara itu pasar modal Indonesia dilanda tekanan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus dibayangi sentimen negatif pasca kenaikan suku bunga acuan oleh The Fed. IHSG terpantau melemah hingga menyentuh level 6.461 bahkan sempat anjlok 1,7 persen ke 6.429 dengan saham BYAN merosot tajam. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mengungkap berbagai pelanggaran emiten dari kasus ROTI hingga transaksi material BNBR. Rupiah pun tak luput dari pelemahan ditutup pada level Rp17.696 per dolar AS. Namun ada secercah harapan dengan rencana Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka kembali short selling di awal Oktober dan penghapusan harga minimum saham Rp50 mulai 28 September 2026.
Dalam upaya ketahanan energi dan pembangunan infrastruktur Presiden Prabowo Subianto menargetkan produksi E20 atau etanol dari tebu dalam dua tahun ke depan yang membutuhkan lahan tebu seluas 2 juta hektare. Proyek ambisius ini diharapkan mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Di sektor transportasi LRT Kelapa Gading-Manggarai yang menelan biaya Rp12,1 triliun dan menargetkan 80 ribu penumpang per hari telah diresmikan. Prabowo bahkan memberikan instruksi khusus kepada Pramono Anung untuk memperpanjang rute LRT hingga JIS dan terhubung dengan Kereta Cepat Whoosh.
Isu lain yang tak kalah penting adalah fluktuasi harga komoditas pangan seperti cabai dan bawang yang masih mahal. Kementerian Pertanian berjanji akan meningkatkan produksi susu mulai 2027 demi swasembada. Menteri Bahlil Lahadalia juga berencana membuat aturan baru terkait pembelian BBM subsidi. Tantangan energi juga muncul akibat El Nino yang berdampak pada penurunan pasokan listrik di wilayah Sulawesi Selatan hingga Kalimantan. Semua ini menjadi fokus pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan rakyat.







Tinggalkan komentar