JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), selaku Subholding Gas Pertamina, baru-baru ini mengundang sejumlah investor ritel terbesarnya untuk meninjau langsung fasilitas operasi gas bumi di Sumatera Utara. Langkah strategis ini menegaskan komitmen PGN dalam memperkuat transparansi sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur vital yang menjadi tulang punggung pertumbuhan bisnis gas bumi di wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau.
Kunjungan lapangan tersebut dirancang untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai pengelolaan infrastruktur gas, keandalan pasokan, serta potensi ekspansi pasar gas bumi yang akan semakin diperkuat melalui berbagai inisiatif strategis. Salah satunya adalah dukungan aktif PGN terhadap pembangunan Pipa Transmisi Sumatera Utara–Riau (Sutri) yang digagas oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pengembangan jaringan pipa Sutri ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas pasokan gas secara signifikan, sekaligus membuka peluang pemanfaatan gas bumi di berbagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tersebut. Hal ini diproyeksikan menjadi katalisator bagi sektor industri dan komersial, mendorong geliat ekonomi regional.

Related Post
Menurut data mediaseruni.co.id, hingga April 2026, melalui Sales and Operation Region I (SOR I), PGN telah berhasil menyalurkan gas bumi sekitar 147 BBTUD kepada lebih dari 136 ribu pelanggan di wilayah Sumatera dan Kepulauan Riau. Angka ini menunjukkan penetrasi pasar yang solid dan berkelanjutan.
Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Heri Murahmanta, dalam keterangannya di Jakarta pada Senin (13/7/2026), menjelaskan karakteristik unik pasar di wilayah ini. "Wilayah ini memiliki karakteristik pasar yang saling melengkapi," ujar Heri. Ia merinci adanya pelanggan industri berkapasitas besar atau high volume anchor di Batam, serta pasar dengan tingkat penetrasi tinggi di Palembang dan Medan.
"Kombinasi karakteristik pasar tersebut menjadi kekuatan bagi PGN dalam menjaga pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan portofolio pelanggan dengan profil risiko yang lebih terukur," tambah Heri, seperti dikutip mediaseruni.co.id. Strategi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas dan profitabilitas PGN di tengah dinamika pasar energi.









Tinggalkan komentar