Gawat! Harga Pangan Melonjak Drastis, Dompet Warga Terancam?

JAKARTA – Pasar komoditas pangan nasional kembali bergejolak hebat pada Kamis, 18 Juni 2026. Mayoritas bahan pokok strategis menunjukkan tren kenaikan harga yang signifikan, memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas daya beli masyarakat. Data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia, yang dihimpun mediaseruni.co.id pada pukul 10.30 WIB, mengindikasikan lonjakan drastis pada sejumlah komoditas esensial, mulai dari bawang, beras, cabai, hingga daging.

Gambar Istimewa : img.okezone.com

Sektor perbumbuan menjadi salah satu penyumbang utama tekanan inflasi harian. Bawang merah mengalami kenaikan mencolok sebesar 6,38%, kini diperdagangkan pada level Rp59.150 per kilogram. Tak ketinggalan, bawang putih juga melonjak tajam 8,83% menjadi Rp45.600 per kilogram. Kenaikan ini menunjukkan adanya potensi gangguan pada rantai pasok atau peningkatan permintaan yang tidak terantisipasi.

COLLABMEDIANET

Dinamika serupa juga terjadi pada komoditas beras, yang merupakan makanan pokok mayoritas penduduk. Beras kualitas bawah I naik 15,7% mencapai Rp16.950 per kilogram, sementara beras kualitas bawah II juga naik 15,17% menjadi Rp16.700 per kilogram. Beras kualitas medium I tidak luput, melambung 6,15% menjadi Rp17.250 per kilogram, dan kualitas medium II naik 3,43% menjadi Rp16.600 per kilogram. Bahkan beras kualitas super I dan II masing-masing naik 3,42% dan 5%, menembus harga Rp18.150 dan Rp17.850 per kilogram. Kenaikan harga beras yang merata ini berpotensi memberikan dampak domino pada pengeluaran rumah tangga.

Pada aneka cabai, tren harga menunjukkan pola yang bervariasi namun tetap mengkhawatirkan. Cabai rawit merah menjadi primadona kenaikan dengan lonjakan fantastis 21,99%, menembus angka Rp91.800 per kilogram. Cabai merah keriting juga melambung tinggi 30,76% mencapai Rp74.600 per kilogram. Di sisi lain, beberapa jenis cabai justru mengalami koreksi harga; cabai merah besar turun 7,99% menjadi Rp57.000 per kilogram, dan cabai rawit hijau terkoreksi 10,41% menjadi Rp48.600 per kilogram.

Komoditas hewani juga turut menyumbang tekanan pada anggaran belanja konsumen. Daging ayam ras segar naik 12,63% menjadi Rp41.900 per kilogram. Daging sapi kualitas I naik 3,3% menjadi Rp153.550 per kilogram, diikuti kualitas II yang naik 2,33% menjadi Rp142.900 per kilogram. Gula pasir kualitas premium juga tak ketinggalan, melonjak 9,14% menjadi Rp22.100 per kilogram.

Fluktuasi harga pangan yang signifikan ini menjadi indikator penting bagi stabilitas ekonomi makro dan mikro. Lonjakan harga pada komoditas utama seperti bawang, beras, dan cabai rawit merah berpotensi menekan anggaran belanja harian masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Pemerintah dan otoritas terkait diharapkan dapat segera mengidentifikasi akar penyebab kenaikan ini, baik dari sisi pasokan, efisiensi distribusi, maupun dinamika permintaan, guna merumuskan langkah mitigasi yang efektif agar tekanan inflasi tidak semakin memberatkan konsumen dan menjaga daya beli tetap stabil.


Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar