Jangan Buang! Minyak Jelantah Anda Dibeli Jadi Bahan Bakar Pesawat

Jangan Buang! Minyak Jelantah Anda Dibeli Jadi Bahan Bakar Pesawat

JAKARTA – Kabar baik bagi rumah tangga dan pelaku usaha kuliner! Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) tengah merancang skema revolusioner yang akan mengubah limbah minyak jelantah menjadi sumber pendapatan sekaligus energi terbarukan. Inisiatif ini merupakan langkah strategis dalam mendorong ekonomi hijau dan sirkular di Indonesia.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengungkapkan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih akan menjadi garda terdepan dalam pengelolaan minyak jelantah dan sampah. Program ini diharapkan tidak hanya menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat, tetapi juga berkontribusi signifikan terhadap upaya pelestarian lingkungan.

Jangan Buang! Minyak Jelantah Anda Dibeli Jadi Bahan Bakar Pesawat
Gambar Istimewa : img.okezone.com

"Salah satu contohnya adalah bagaimana nanti minyak jelantah itu bisa dikumpulkan melalui koperasi, bisa melalui koperasi-koperasi desa kelurahan," ujar Ferry dalam Forum Ekonomi Hijau yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu (17/6/2026). Ia menambahkan bahwa Kemenkop UKM akan memperkuat kerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup untuk mengembangkan berbagai program berbasis lingkungan yang melibatkan koperasi di tingkat desa dan kelurahan.

COLLABMEDIANET

Skema yang diusung cukup menjanjikan. Masyarakat kini memiliki saluran resmi untuk menjual minyak jelantah mereka ke Kopdes Merah Putih. Setelah terkumpul, minyak jelantah ini tidak akan berakhir sebagai limbah pencemar, melainkan diolah menjadi bahan bakar alternatif ramah lingkungan.

"Kemudian nanti jelantahnya itu digunakan diproses dibeli oleh PT Pertamina Patra Niaga sebagai bioavtur," jelas Ferry. Keterlibatan PT Pertamina Patra Niaga sebagai pembeli dan pengolah menunjukkan keseriusan pemerintah dalam membangun rantai nilai ekonomi hijau yang terintegrasi, dari hulu ke hilir. Bioavtur, atau Sustainable Aviation Fuel (SAF), merupakan bahan bakar penerbangan yang diproduksi dari sumber daya terbarukan, menjadikannya pilihan krusial dalam mengurangi emisi karbon sektor aviasi.

Lebih lanjut, Ferry juga menyoroti peran vital koperasi dalam pengelolaan sampah berbasis komunitas. Hal ini mengindikasikan bahwa Kopdes Merah Putih tidak hanya akan fokus pada minyak jelantah, tetapi juga akan menjadi pilar utama dalam sistem pengelolaan limbah terpadu di tingkat desa dan kelurahan. Dengan demikian, koperasi diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan limbah menjadi berkah.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar