Harga Pertamax Mencekik, DPR Panggil Pertamina: Stok Pertalite Aman?
JAKARTA – Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) berencana memanggil PT Pertamina (Persero) menyusul kekhawatiran serius terhadap dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi. Panggilan ini dipicu oleh potensi masifnya peralihan konsumen dari Pertamax ke Pertalite, yang dikhawatirkan mengancam ketersediaan stok BBM bersubsidi tersebut di pasaran.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya Suryo Sulisto, menekankan urgensi untuk mengantisipasi fenomena ini sejak dini. "Kami akan meminta penjelasan dari Pertamina mengenai implikasi terhadap kinerja perseroan dan potensi pergeseran konsumsi. Jangan sampai perpindahan besar-besaran ke Pertalite justru menciptakan masalah baru berupa kelangkaan stok yang merugikan masyarakat luas," ujar Adisatrya, seperti dikutip oleh mediaseruni.co.id baru-baru ini.

Related Post
Adisatrya juga menyoroti bahwa kebijakan penyesuaian harga BBM non-subsidi tidak terlepas dari dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian. Konflik geopolitik yang berkepanjangan di berbagai belahan dunia, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta tingginya ketergantungan Indonesia pada impor minyak mentah, menjadi faktor fundamental yang membebani anggaran negara dalam menjaga stabilitas harga energi.
"Situasi perang global yang tak kunjung usai dan depresiasi rupiah, ditambah ketergantungan impor minyak, secara signifikan membebani anggaran negara. Oleh karena itu, mempertahankan harga BBM non-subsidi menjadi sangat sulit dan penyesuaian harga menjadi langkah yang tak terhindarkan," jelasnya.
Pemanggilan ini menegaskan peran pengawasan DPR dalam memastikan ketersediaan energi yang merata dan terjangkau bagi masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan operasional BUMN strategis seperti Pertamina di tengah tantangan global. Diharapkan, pertemuan antara Komisi VI DPR RI dan Pertamina dapat menghasilkan strategi mitigasi yang konkret untuk mencegah kelangkaan Pertalite dan memastikan pasokan energi nasional tetap stabil di tengah gejolak harga minyak dunia.







Tinggalkan komentar