JAKARTA – PT PLN (Persero), melalui entitas anak usahanya PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), baru-baru ini mengukir langkah strategis monumental dengan mengikat empat perjanjian jual beli gas dan LNG. Kesepakatan senilai estimasi Rp360 triliun ini menjadi pilar penting dalam memperkukuh ketahanan energi nasional sekaligus mengakselerasi transisi menuju energi yang lebih bersih. Penandatanganan berlangsung dalam gelaran akbar The 50th Indonesian Petroleum Association Convention & Exhibition (IPA Convex) 2026 di Hall Nusantara, ICE BSD City.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa visi PLN telah berevolusi. Perusahaan kini tidak lagi hanya berfokus pada penjualan listrik, melainkan bertransformasi menjadi perusahaan energi berbasis digital yang mengorkestrasi seluruh ekosistem, mulai dari pasokan energi primer, pembangkitan, hingga pelayanan pelanggan. "PLN berkomitmen kuat mendukung pengembangan lapangan gas dengan menjadi pembeli jangka panjang. Ini esensial untuk memastikan keekonomian hulu migas terpenuhi. Keberlanjutan industri gas sangat vital dalam menjamin penyediaan listrik yang andal, efisien, dan lebih ramah lingkungan," papar Darmawan, seperti dikutip mediaseruni.co.id.

Secara spesifik, PLN EPI menandatangani dua Heads of Agreement (HoA) untuk pembelian LNG dan dua Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG). Salah satu HoA LNG disepakati dengan South Hub LNG, yang akan memasok LNG dari wilayah kerja Muara Bakau, East Sepinggan, Ganal, dan West Ganal. Kontrak ini membentang dari tahun 2027 hingga 2037, dengan volume total mencapai 11 juta ton metrik (MT) atau setara 190 kargo LNG. HoA LNG kedua diikat dengan Masela PSC Contractor Parties, dengan durasi 15 tahun terhitung sejak proyek mencapai Commercial Operation Date (COD) sekitar tahun 2032. Volume yang disepakati mencapai 37,5 MT, atau setara 640 kargo LNG.

Related Post
Direktur Utama PLN Energi Primer Indonesia, Rakhmad Dewanto, menjelaskan bahwa penandatanganan kontrak jangka panjang LNG ini merupakan bagian integral dari strategi perusahaan dalam menjamin stabilitas pasokan energi primer bagi seluruh pembangkit listrik PLN Group. Lebih jauh, langkah ini juga menjadi katalisator penting dalam mendorong transisi energi nasional yang berbasis gas. "Kedua kontrak jual beli LNG jangka panjang ini secara signifikan menambah portofolio energi kita, dengan suplai tambahan 48,5 juta ton atau sekitar 840 kargo LNG untuk periode 2027 hingga 2047. Ini adalah fondasi kuat untuk menopang transisi dan memperkukuh ketahanan energi nasional," pungkas Rakhmad.
Dengan proyeksi investasi yang masif dan strategi pasokan jangka panjang ini, PLN tidak hanya mengamankan ketersediaan energi untuk beberapa dekade mendatang, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam mewujudkan kemandirian energi dan masa depan yang lebih hijau bagi Indonesia.









Tinggalkan komentar