BNI Sulap Lahan Kritis Banyuwangi: Ribuan Warga Kini Panen Rezeki!

BNI Sulap Lahan Kritis Banyuwangi: Ribuan Warga Kini Panen Rezeki!

BANYUWANGI – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali menegaskan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui inisiatif rehabilitasi hutan mangrove di Teluk Pangpang, Banyuwangi. Program strategis ini tidak hanya berhasil memulihkan 50 hektare lahan kritis, tetapi juga secara signifikan mendongkrak perekonomian sekitar 5.000 masyarakat pesisir, mengubah kawasan yang terdegradasi menjadi sumber penghidupan baru yang berkelanjutan.

Dalam sorotan peringatan Hari Bumi yang jatuh pada 22 April, Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa kawasan Teluk Pangpang merupakan ekosistem pesisir dengan fungsi ekologis vital yang sebelumnya mengalami degradasi parah akibat tekanan lingkungan dan alih fungsi lahan. "Aksi nyata BNI di kawasan ini merupakan perwujudan komitmen perseroan dalam memulihkan fungsi ekologis mangrove sekaligus menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar," ujar Okki, sebagaimana dikutip mediaseruni.co.id.

BNI Sulap Lahan Kritis Banyuwangi: Ribuan Warga Kini Panen Rezeki!
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Program yang diusung di bawah payung inisiatif BNI Berbagi ini mengadopsi pendekatan kolaboratif yang inklusif. BNI bersinergi dengan masyarakat lokal, kelompok pengawas pesisir, serta pemerintah daerah setempat. Rangkaian kegiatan meliputi penanaman kembali mangrove di area terdampak, pemeliharaan intensif selama tiga tahun untuk memastikan pertumbuhan optimal, hingga pengembangan kawasan berbasis partisipasi masyarakat.

COLLABMEDIANET

Hasilnya, ekosistem mangrove yang telah direhabilitasi kini kembali berfungsi optimal. Hutan bakau tersebut kini menjadi benteng alami yang efektif, melindungi garis pantai dari ancaman abrasi dan memitigasi dampak banjir rob, khususnya bagi masyarakat di Dusun Tegalpare. Manfaat ekologis ini menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan kehidupan di pesisir.

Namun, dampak ekonomi menjadi sorotan utama dari program ini. Rehabilitasi mangrove telah membuka keran peluang ekonomi yang beragam dan berkelanjutan bagi masyarakat. Potensi ekowisata mangrove kini dapat dikembangkan, menarik wisatawan dan menciptakan pendapatan baru. Selain itu, budidaya kepiting soka yang bernilai jual tinggi, pembibitan mangrove untuk keberlanjutan program dan pasokan bibit, serta pengembangan berbagai produk turunan lainnya, telah menjadi sumber pendapatan alternatif yang signifikan. Inilah yang menjadi kunci peningkatan pendapatan dan kesejahteraan bagi ribuan keluarga di pesisir Banyuwangi.

Melalui sinergi antara pelestarian lingkungan dan pemberdayaan ekonomi, BNI tidak hanya berinvestasi pada alam, tetapi juga pada masa depan masyarakat. Program ini menjadi contoh nyata bagaimana korporasi dapat menjadi agen perubahan positif yang holistik, menciptakan dampak ganda yang bermanfaat bagi lingkungan dan kesejahteraan sosial-ekonomi.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar