mediaseruni.co.id – Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil langkah tegas dalam menghadapi berbagai praktik kecurangan yang tengah merongrong stabilitas pangan nasional. Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, mengeluarkan peringatan keras kepada para pengusaha nakal dan mafia pangan agar segera menghentikan segala bentuk manipulasi yang merugikan masyarakat luas.
Langkah tegas ini diambil menyusul meningkatnya temuan berbagai modus kejahatan di sektor pangan, mulai dari isu fortifikasi yang tidak sesuai standar, praktik pengoplosan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan), hingga permainan distribusi pupuk bersubsidi yang merugikan petani. Amran menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam melihat oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi di atas penderitaan rakyat.

"Ada berbagai modus yang ditemukan, mulai dari masalah fortifikasi hingga pengoplosan beras SPHP. Praktik-praktik ini terlihat semakin hari semakin berani dan menjadi-jadi," tegas Amran dalam keterangan resminya pada Minggu (8/11/2026).

Related Post
Amran secara khusus menyampaikan pesan mendalam kepada para pelaku usaha di seluruh pelosok negeri. Ia menekankan bahwa urusan pangan bukan sekadar urusan bisnis semata, melainkan menyangkut kebutuhan dasar dan kelangsungan hidup jutaan rakyat Indonesia. Ia meminta para pengusaha untuk memiliki etika dan rasa kemanusiaan dalam menjalankan usahanya.
"Saya memohon kepada saudara-saudara pengusaha di seluruh Indonesia, tolong berhentilah mempermainkan komoditas pangan. Hal ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan stabilitas nasional," lanjutnya dengan nada serius.
Data yang dihimpun oleh Kementerian Pertanian menunjukkan kondisi yang cukup mengkhawatirkan. Dalam kurun waktu hanya dua minggu terakhir, Kementan telah menerima sebanyak 217 laporan dari masyarakat terkait dugaan kejahatan pangan. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa praktik kecurangan di lapangan masih sangat masif terjadi.
Jika dibedah lebih lanjut, dari ratusan laporan tersebut, sebanyak 74 laporan berkaitan erat dengan komoditas beras. Dari laporan tersebut, pihak berwenang telah berhasil mengungkap 8 kasus besar yang melibatkan 13 orang tersangka. Selain itu, terdapat 15 merek beras yang terindikasi terlibat dalam praktik kecurangan ini.
Tidak hanya beras, sektor pupuk juga menjadi sasaran empuk para mafia. Tercatat sebanyak 64 laporan masuk mengenai penyelewengan distribusi pupuk, yang seharusnya diperuntukkan bagi petani kecil namun justru dimainkan oleh oknum tertentu.
Melalui peringatan ini, pemerintah berkomitmen untuk terus mengejar dan menindak tegas para pelaku kejahatan pangan. Kementan berjanji akan memperketat pengawasan di seluruh rantai distribusi guna memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga dan harga di pasar tetap stabil bagi masyarakat.









Tinggalkan komentar