mediaseruni.co.id – Di tengah fluktuasi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tengah mengalami tekanan, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengambil langkah yang cukup berbeda dari ekspektasi pasar. Alih-alih melakukan aksi korporasi berupa pembelian kembali saham atau buyback untuk menyokong harga di pasar, emiten energi terbarukan ini justru memilih untuk menahan diri.
Keputusan strategis ini diambil bukan tanpa alasan kuat. Manajemen PGEO mengungkapkan bahwa fokus utama perusahaan saat ini bukanlah menjaga stabilitas harga melalui buyback, melainkan memenuhi kewajiban regulasi terkait struktur kepemilikan saham. Perseroan tengah berupaya keras untuk memperluas porsi kepemilikan masyarakat atau yang dikenal dengan istilah free float.

Direktur Keuangan PGEO, Fransetya H. Hutabarat, menjelaskan bahwa terdapat pertimbangan mendalam di balik keputusan tersebut. Menurutnya, melakukan buyback justru akan menjadi langkah kontraproduktif terhadap target jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan likuiditas saham di pasar publik.

Related Post
"Pertimbangan utama kami adalah aksi buyback berpotensi mengurangi porsi free float kami. Padahal, saat ini fokus kami adalah meningkatkan jumlah saham yang beredar di masyarakat," ujar Fransetya dalam sesi pengarahan media terkait laporan keuangan kuartal III tahun 2026 di Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Berdasarkan data terkini, porsi free float PGEO saat ini berada di angka 11,2%. Angka ini masih perlu ditingkatkan agar sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh perusahaan dan memenuhi ketentuan regulator. Perseroan telah menyusun peta jalan yang jelas untuk memperkuat struktur kepemilikan publiknya. PGEO menargetkan porsi free float naik menjadi 12,5% pada Maret 2027, dan secara bertahap akan mencapai target ambisius sebesar 15% pada tahun 2028 mendatang.
Selain persoalan regulasi, Fransetya juga menegaskan bahwa kondisi fundamental perusahaan saat ini masih sangat solid. Kinerja keuangan yang terjaga dengan baik memberikan kepercayaan diri bagi manajemen bahwa perusahaan tidak perlu melakukan langkah darurat seperti buyback untuk menjaga kepercayaan investor.
Menariknya, meskipun pasar sedang mengalami tekanan, minat investor global terhadap saham PGEO justru menunjukkan tren yang positif. Komposisi pemegang saham perusahaan dinilai masih dalam kondisi yang sehat, dengan adanya peningkatan minat dari investor asing yang melihat potensi besar pada sektor energi panas bumi.
Dengan fokus pada peningkatan free float dan penguatan fundamental, PGEO tampaknya lebih memilih untuk membangun fondasi jangka panjang yang lebih stabil daripada sekadar melakukan intervensi pasar jangka pendek. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem investasi yang lebih likuid dan sehat bagi para pemegang saham di masa depan.









Tinggalkan komentar