mediaseruni.co.id – Kelurahan Cilandak Barat, Jakarta Selatan, kini tengah memacu semangat untuk menorehkan prestasi gemilang di tingkat provinsi. Melalui berbagai inovasi dan pengembangan potensi lokal, wilayah ini optimis dapat menyabet penghargaan bergengsi dalam kategori Sejahtera pada ajang Benyamin S Award.
Optimisme tersebut ditegaskan oleh Lurah Cilandak Barat, Muhammad Yusuf Rajab, setelah gelaran Festival Pesona Cilandak Barat berlangsung meriah pada Jumat (9/10). Berdasarkan hasil seleksi ketat, Cilandak Barat berhasil menembus babak final sebagai salah satu dari sepuluh kelurahan terbaik dari total 267 kelurahan yang ada di seluruh wilayah DKI Jakarta.

Benyamin S Award sendiri merupakan ajang apresiasi tahunan yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Penghargaan ini dirancang untuk memotivasi pemerintah di tingkat kelurahan agar terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan wilayah. Dalam penilaiannya, terdapat empat pilar utama yang menjadi indikator keberhasilan, yaitu aspek kebersihan, kenyamanan, keindahan, serta kesejahteraan masyarakat.

Related Post
Khusus untuk kategori sejahtera, fokus penilaian diarahkan pada sejauh mana sebuah kelurahan mampu mengelola potensi lokal guna memberikan dampak ekonomi nyata bagi warga setempat. Hal ini mencakup pengembangan sektor budaya, pariwisata, hingga pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Yusuf menjelaskan bahwa Cilandak Barat ingin menonjolkan keunggulan ekonomi kreatif sebagai senjata utama untuk memenangkan kategori ini. Ia memproyeksikan wilayahnya tidak hanya sekadar menjadi pemukiman, tetapi juga menjadi destinasi wisata baru yang mampu menggerakkan roda ekonomi warga.
"Kami ingin menjadikan Cilandak Barat sebagai role model atau percontohan baru. Dengan mengandalkan tiga keunggulan utama, kami siap membuktikan bahwa wilayah ini mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif yang mandiri," ujar Yusuf dengan penuh keyakinan.
Untuk mewujudkan visi besar tersebut, pihak kelurahan telah menyusun rencana strategis baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Langkah nyata telah dimulai melalui penyelenggaraan Festival Pesona Cilandak Barat sebagai sarana promosi budaya dan ekonomi.
Dalam rencana jangka menengah dan panjang, Cilandak Barat akan memperkuat kolaborasi dengan pelaku UMKM serta menjalin kemitraan strategis dengan sektor swasta atau perusahaan-perusahaan di wilayah sekitar. Fokus utama pengembangan akan diarahkan pada ikon-ikon lokal yang sudah memiliki nilai sejarah dan budaya tinggi.
Beberapa aset unggulan yang akan diangkat antara lain adalah Museum Basoeki Abdullah yang ikonik, pelestarian Batik Betawi Terogong, serta pengembangan kawasan Kampung Asri Banjarsari. Ketiga elemen ini diyakini akan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke Cilandak Barat.
Kini, tantangan sesungguhnya menanti para lurah di tahap penilaian final. Cilandak Barat dijadwalkan akan menjalani sesi presentasi di hadapan tim penilai pada 15 Oktober mendatang. Jika berhasil melewati tahap tersebut, acara puncak pemberian penghargaan Benyamin S Award akan digelar pada 30 Oktober 2026.
Melalui ajang ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap seluruh lurah dan warga di Jakarta dapat bersinergi untuk mendukung visi Jakarta sebagai kota global yang maju, inklusif, berdaya saing tinggi, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai budaya lokal.









Tinggalkan komentar