mediaseruni.co.id – Dunia investasi kini bukan lagi menjadi konsumsi eksklusif kalangan profesional atau mereka yang sudah mapan secara finansial. Kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan sejak usia muda mulai tumbuh pesat, terutama di kalangan akademisi. Hal inilah yang melatarbelakangi kolaborasi strategis antara MNC Sekuritas dan Phillip Asset Management dalam menggelar program edukasi bertajuk "Having Fund 2026" di Universitas Tazkia, Bogor, pada Selasa (6/10/2026).
Acara yang berlangsung di lingkungan kampus tersebut bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam mengenai instrumen reksa dana, khususnya dalam koridor pasar modal syariah. Melalui program ini, para mahasiswa diajak untuk tidak sekadar menjadi penonton dalam dinamika ekonomi, tetapi juga menjadi pelaku aktif yang cerdas dalam mengelola aset mereka.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Syariah Universitas Tazkia, Wiku Suryomurti, dalam sambutannya menekankan betapa krusialnya pengenalan pasar modal syariah sejak bangku kuliah. Menurutnya, investasi bukan hanya soal menaruh uang di sebuah instrumen, melainkan tentang membangun fondasi pemahaman yang kuat mengenai prinsip-prinsip yang mendasarinya.

Related Post
"Investasi sejak dini bukan hanya tentang mulai menempatkan dana, tetapi juga membangun pemahaman sejak awal. Melalui edukasi pasar modal syariah, mahasiswa dapat mengenal produk investasi sekaligus memahami prinsip yang menjadi dasar dalam memilih instrumen. Harapannya, pengetahuan ini bisa menjadi bekal untuk mengambil keputusan investasi secara lebih bijak di masa depan," ungkap Wiku dengan penuh optimisme.
Dalam sesi materi, para pakar dari berbagai lembaga keuangan turut hadir memberikan wawasan teknis. Nivi Hendwiyani dari Pengembangan Produk Syariah Bursa Efek Indonesia, Suharto selaku Head of Investment Phillip Asset Management, serta Agustina Ningrum selaku Head of Mutual Fund MNC Sekuritas, membedah seluk-beluk dunia reksa dana secara komprehensif.
Suharto menjelaskan bahwa reksa dana merupakan solusi praktis bagi investor pemula yang ingin memiliki portofolio terdiversifikasi tanpa harus repot mengelola aset secara individual. Dengan adanya pengelolaan oleh Manajer Investasi profesional, risiko dapat diminimalisir melalui diversifikasi aset. Selain itu, ia menegaskan bahwa keamanan berinvestasi di reksa dana telah terjamin berkat transparansi informasi dan pengawasan ketat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Lebih lanjut, Suharto menekankan bahwa misi utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan literasi keuangan. "Bagi Phillip Asset Management, meningkatkan literasi keuangan bukan sekadar memahami produk investasi, tetapi juga membangun kemampuan masyarakat untuk mengelola keuangan dengan bijak, memahami risiko, dan menentukan pilihan investasi yang sesuai dengan kebutuhan serta profil risikonya," tambahnya.
Program Having Fund 2026 sendiri merupakan agenda tahunan yang diinisiasi oleh MNC Sekuritas bersama mitra Manajer Investasi. Pada tahun ini, skala kegiatan mengalami peningkatan signifikan dengan menggandeng 10 Manajer Investasi dan menyasar 17 perguruan tinggi di berbagai wilayah. Inisiatif ini diharapkan mampu menjadi motor penggerak dalam meningkatkan angka inklusi reksa dana di Indonesia, khususnya di kalangan generasi Z yang akan menjadi tulang punggung ekonomi masa depan.









Tinggalkan komentar