Gempa Sumba Mengguncang Puluhan Rumah Warga

Gempa Sumba Mengguncang Puluhan Rumah Warga

mediaseruni.co.id – Bencana alam kembali melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,1 yang mengguncang Kabupaten Sumba Barat Daya telah menimbulkan dampak kerusakan yang cukup signifikan, baik pada pemukiman warga maupun fasilitas publik. Berdasarkan laporan terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), puluhan rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan bahwa hasil pendataan sementara hingga Senin dini hari menunjukkan sebanyak 95 unit rumah warga mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut tersebar di wilayah Kabupaten Sumba Barat Daya dengan rincian yang cukup memprihatinkan. Tercatat ada satu unit rumah yang mengalami kerusakan berat, 12 unit rumah rusak sedang, dan mayoritas yakni sebanyak 82 unit mengalami kerusakan ringan.

Gempa Sumba Mengguncang Puluhan Rumah Warga
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tidak hanya sektor pemukiman, infrastruktur penunjang kehidupan masyarakat juga tidak luput dari dampak guncangan hebat tersebut. Fasilitas umum di wilayah terdampak dilaporkan mengalami kerusakan yang cukup luas. Di Sumba Barat Daya, terdapat lima unit tempat ibadah, tiga unit fasilitas pendidikan, enam unit fasilitas kesehatan, serta tiga unit rumah dinas yang mengalami kerusakan ringan. Bahkan, satu bangunan fasilitas pendidikan dilaporkan mengalami kerusakan pada tingkat sedang.

COLLABMEDIANET

Dampak gempa ini juga merembet hingga ke wilayah tetangga, yakni Kabupaten Sumba Barat. Di sana, tercatat ada tiga unit rumah dinas dan dua bangunan koperasi yang mengalami kerusakan ringan. Pihak BNPB menegaskan bahwa proses pendataan masih terus berjalan dan data akan terus dimutakhirkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di kedua kabupaten tersebut guna memastikan akurasi jumlah kerugian.

Selain kerusakan bangunan, musibah ini juga memakan korban jiwa. Seorang lansia berusia 73 tahun dilaporkan meninggal dunia di wilayah Kodi Utara. Menurut keterangan Kapolsek Kodi Utara, AKP Bernadus Bili Kandi, korban meninggal dunia bukan akibat tertimpa reruntuhan, melainkan karena mengalami syok atau kaget yang luar biasa saat guncangan gempa terjadi.

Menanggapi situasi darurat ini, pemerintah daerah Sumba Barat Daya telah bergerak cepat dengan mengaktifkan pos komando. Langkah ini diambil untuk memantau perkembangan situasi di lapangan secara real-time. BNPB juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap dalam kondisi waspada dan siaga. Mengingat gempa bumi adalah fenomena alam yang tidak dapat diprediksi waktu dan lokasinya, warga diminta untuk selalu berhati-hati.

Pihak BNPB juga memberikan instruksi penting bagi warga yang terdampak: sebelum kembali memasuki rumah masing-masing, sangat disarankan untuk memeriksa terlebih dahulu kondisi struktur bangunan. Hal ini bertujuan untuk menghindari risiko bangunan runtuh yang dapat membahayakan keselamatan jiwa. Masyarakat diharapkan tetap tenang namun tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar