mediaseruni.co.id – Dinamika geopolitik global yang kian tidak menentu kini memaksa setiap negara untuk merumuskan ulang strategi ketahanan ekonomi mereka. Di tengah ketidakpastian konstelasi ekonomi dunia, Indonesia mengambil langkah strategis dengan memperkuat fondasi ekonomi domestik melalui program hilirisasi industri dan percepatan transisi energi bersih.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa perubahan peta kekuatan dunia menuntut Indonesia untuk tidak lagi bergantung pada fluktuasi pasar global. Menurutnya, penguatan sektor hilirisasi bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak agar bangsa ini memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi guncangan ekonomi internasional.

"Kita menyadari bahwa kondisi geopolitik saat ini sedang berada dalam fase yang sangat dinamis. Perubahan konstelasi ekonomi dunia menuntut adanya kemandirian, termasuk dalam hal transisi menuju energi yang lebih bersih," ujar Bahlil saat memberikan keterangan di lingkungan Kementerian ESDM, Kamis (1/10/2026).

Related Post
Bahlil menjelaskan bahwa arah kebijakan ini merupakan mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah memandang bahwa integrasi antara hilirisasi sumber daya alam dan transisi energi adalah dua pilar utama yang akan menentukan masa depan ekonomi nasional. Selain untuk memperkuat kedaulatan ekonomi, langkah ini juga merupakan bentuk nyata komitmen Indonesia dalam memenuhi kesepakatan iklim global, yakni Paris Agreement.
Lebih lanjut, Bahlil menekankan pentingnya sinergi antarlembaga dalam menjalankan agenda besar ini. Ia menegaskan bahwa program hilirisasi dan transisi energi tidak boleh dijalankan secara terpisah atau parsial oleh masing-masing kementerian atau lembaga. Jika dilakukan secara sendiri-sendiri, dikhawatirkan target-target strategis yang telah dicanangkan pemerintah tidak akan tercapai secara optimal.
"Agenda ini tidak bisa dikerjakan secara parsial. Kita membutuhkan pendekatan yang komprehensif, terukur, dan sistematis. Semua langkah yang diambil harus selaras dengan target-target besar yang telah diperintahkan oleh Bapak Presiden," tegasnya.
Meski telah mengemban amanah sebagai Menko yang membawahi dua sektor krusial tersebut, Bahlil masih enggan membeberkan secara rinci proyek-proyek prioritas apa saja yang akan segera dieksekusi dalam waktu dekat. Ia menyatakan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan adalah melakukan koordinasi intensif dan melaporkan rencana kerja strategisnya kepada Presiden Prabowo Subianto.
Setelah proses pelantikan resmi selesai dan laporan kerja telah diterima oleh Presiden, barulah pemerintah akan mengumumkan peta jalan (roadmap) serta proyek-proyek strategis nasional yang akan menjadi fokus utama dalam periode pemerintahan ini. Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap kebijakan yang diluncurkan telah melalui kajian mendalam dan selaras dengan visi besar kepemimpinan nasional.









Tinggalkan komentar