Strategi Inalum Kuasai Pasar Aluminium Hijau

Strategi Inalum Kuasai Pasar Aluminium Hijau

mediaseruni.co.id – Industri logam nasional tengah bersiap melakukan lompatan besar di kancah internasional. PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum kini tengah memfokuskan seluruh energinya untuk mengembangkan produk aluminium rendah karbon. Langkah strategis ini diambil guna menjawab tantangan perubahan iklim global sekaligus memperkuat posisi tawar produk asli Indonesia di pasar dunia.

Melalui inisiatif Sertifikasi Low Carbon Aluminium atau yang lebih dikenal dengan istilah Green Aluminium, Inalum berupaya mengoptimalkan potensi sumber daya alam yang dimiliki. Perusahaan memanfaatkan keunggulan energi terbarukan berbasis tenaga air (hydroelectric) sebagai tulang punggung proses produksi. Hal ini menjadi pembeda utama yang membuat produk aluminium Indonesia memiliki karakteristik ramah lingkungan dibandingkan dengan kompetitor dari negara lain.

Strategi Inalum Kuasai Pasar Aluminium Hijau
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Direktur Pengembangan Usaha dan Komersial Inalum, Arif Haendra, menjelaskan bahwa langkah ini bukan sekadar upaya menjaga lingkungan, melainkan sebuah strategi bisnis yang sangat krusial. Menurutnya, sertifikasi hijau ini akan menjadi kunci utama bagi perusahaan untuk membuka pintu akses pasar yang jauh lebih luas di berbagai belahan dunia.

COLLABMEDIANET

"Pasar global saat ini sedang mengalami pergeseran tren yang sangat signifikan. Para pembeli internasional kini memberikan perhatian ekstra besar terhadap produk aluminium yang memiliki jejak karbon rendah," ungkap Arif dalam keterangannya di Jakarta.

Ia menekankan bahwa Inalum memiliki modalitas yang sangat kuat untuk memenangkan persaingan tersebut. Berbeda dengan pabrik aluminium konvensional yang mayoritas masih bergantung pada energi fosil, proses produksi Inalum telah didukung oleh energi terbarukan. Keunggulan kompetitif inilah yang ingin dikonversi menjadi nilai tambah ekonomi yang nyata.

"Kami ingin menerjemahkan keunggulan energi terbarukan ini menjadi posisi tawar yang lebih kuat. Dengan begitu, produk aluminium Indonesia tidak hanya sekadar dikenal, tetapi juga menjadi pilihan utama yang sangat kompetitif di pasar internasional," tambah Arif.

Langkah progresif ini secara resmi diperkenalkan dalam ajang bergengsi Fastmarkets International Aluminium Conference 2026 yang berlangsung pada pertengahan September lalu. Kehadiran Inalum dalam konferensi tersebut menjadi sinyal kuat kepada dunia bahwa Indonesia siap menjadi pemain utama dalam rantai pasok aluminium hijau global.

Di tengah meningkatnya tuntutan industri manufaktur dunia—seperti industri otomotif listrik dan konstruksi berkelanjutan—kebutuhan akan material dengan emisi rendah terus melonjak. Dengan mengantongi sertifikasi hijau, Inalum memposisikan diri sebagai mitra strategis bagi perusahaan-perusahaan global yang berkomitmen pada target net zero emission.

Upaya ini diharapkan dapat memberikan dampak domino bagi perekonomian nasional, mulai dari peningkatan ekspor hingga penguatan citra industri manufaktur Indonesia sebagai industri yang bersih dan berkelanjutan. Melalui inovasi ini, Indonesia optimis dapat mendominasi pasar aluminium dunia yang kini tengah bertransformasi menuju era ekonomi hijau.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar