mediaseruni.co.id – Kabar baik bagi masyarakat Indonesia yang tengah berjuang mewujudkan impian memiliki hunian pribadi. Akses untuk memiliki rumah kini menjadi jauh lebih mudah dan fleksibel berkat terobosan terbaru dari sektor perbankan. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN secara resmi memperkenalkan inovasi pembiayaan yang memungkinkan nasabah mengambil Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan masa tenor yang sangat panjang, yakni hingga 40 tahun.
Langkah revolusioner ini pertama kali diimplementasikan secara nasional melalui proses akad massal yang berpusat di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Kehadiran opsi tenor panjang ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam alokasi dana bulanan, agar tetap bisa memiliki rumah tanpa harus terbebani cicilan yang terlalu besar.

Direktur Commercial Banking BTN, Hermita, menjelaskan bahwa strategi ini merupakan bagian dari transformasi besar perusahaan untuk memperkuat ekosistem perumahan secara menyeluruh, mulai dari sisi penyedia (supply) hingga sisi permintaan (demand). Menurutnya, penguatan ini tidak hanya berdampak pada pembeli rumah, tetapi juga memberikan efek domino positif bagi berbagai sektor ekonomi lainnya.

Related Post
"Ekosistem perumahan ini sangat luas. Tidak hanya soal orang yang membeli rumah, tetapi juga melibatkan para pengembang, kontraktor, pemasok material bangunan, hingga para pelaku UMKM yang bergerak di sektor terkait," ungkap Hermita dalam keterangan resminya.
Data menunjukkan bahwa upaya BTN dalam memperluas akses hunian terus menunjukkan tren positif. Sepanjang tahun 2026 hingga akhir September, bank penyalur KPR ini telah menyalurkan sebanyak 75.487 unit KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan nilai mencapai Rp12,57 triliun. Selain itu, melalui Kredit Program Perumahan (KPP), BTN juga telah menyalurkan dana sebesar Rp5,07 triliun yang terbagi ke dalam sektor penyediaan dan permintaan perumahan.
Salah satu testimoni nyata datang dari Fernando Anugrah Cahyono, seorang karyawan di Palu dengan penghasilan Rp4,4 juta per bulan. Dengan plafon kredit sebesar Rp167,27 juta, Fernando memilih tenor 35 tahun agar cicilan bulanan tetap ringan dan sesuai dengan kemampuan finansialnya. Hal ini membuktikan bahwa fleksibilitas jangka waktu kredit sangat membantu masyarakat kelas menengah ke bawah dalam mengatur arus kas mereka.
Tak hanya fokus pada konsumen akhir, BTN juga memberikan perhatian besar pada sektor UMKM yang menopang industri properti. Di Kota Palu sendiri, BTN telah menyalurkan KPP sebesar Rp123 miliar kepada 63 UMKM sejak Oktober 2025. Dukungan ini menyasar pelaku usaha di bidang konstruksi dan properti agar mereka dapat terus tumbuh dan berkontribusi dalam pembangunan hunian nasional.
Lebih jauh, BTN berkomitmen untuk membawa UMKM lokal naik kelas melalui kolaborasi dengan berbagai platform marketplace. Tujuannya agar produk-produk UMKM tidak hanya merajai pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor internasional. Dengan sinergi antara pembiayaan perumahan dan penguatan ekonomi kerakyatan, impian memiliki rumah kini bukan lagi sekadar angan-angan bagi banyak orang.







Tinggalkan komentar