27.1 C
Jakarta
Minggu, April 23, 2023

Warisan Spritual Sunan Giri, Dari Pasar Bandeng sampai Kontes Bandeng Kawak

Mediaseruni.co.id, GRESIK - Kontes Bandeng Kawak yang digelar Pemkab Gresik, Jawa Timur, setiap tahun, ternyata memiliki sejarah spiritual yang amat dalam. Berdasarkan penelusuran sejarah, kontes bandeng berkaitan erat dengan keberadaan Pasar Bandeng pada masa Raden Paku atau Sunan Giri.

Kala itu, santri yang ingin pulang ke kampung halaman mencari oleh-oleh di sekitar pesisir pantai. Satu diantaranya yang menjadi jamak adalah oleh-oleh ikan bandeng.

Pasar Bandeng pada masa Sunan Giri yang diselenggarakan setiap akhir bulan Suci Ramadan menunjukkan pemikiran visioner dari seorang Sunan Giri.

Alasannya, karena dengan adanya pasar bandeng manfaatnya dapat dirasakan langsung masyarakat, terutama masyarakat nelayan yang terbantu perekonomiannya.

Seiring waktu, kebiasaan santri menjadikan ikan bandeng oleh-oleh di pasar bandeng terus berkembang, hingga menjadi tradisi tahunan Gresik di akhir bulan ramadan.

Bahkan Pemkab Gresik saat ini berkomitmen untuk terus mempertahankan tradisi tersebut dalam menjaga kearifan lokal. Tradisi pasar bandeng telah menjadi warisan budaya tak benda (WBTB) di Gresik.

“Tradisi yang menjadi kearifan lokal ini yang wajib kita jaga. Jangan sampai hal ini hilang tergerus zaman,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, saat Kontes Bandeng Kawak dan Pasar Bandeng di kawasan Bandar Grisse, Gresik, baru-baru ini.

Bupati Yani menilai Festival Bandeng Kawak adalah bentuk visioner Mbah Kanjeng Sunan Giri, dalam memberikan inovasi penguatan ekonomi masyarakat dengan berbisnis perikanan bandeng di Kabupaten Gresik.

Bupati Yani mengatakan pasar bandeng merupakan pengungkit perekonomian yang masif bagi warga Gresik. Sehingga, diharapkan dapat menjadi salah satu kekuatan besar perekonomian di Kabupaten Gresik.

“Pasar bandeng memberikan dampak yang positif dalam ekonomi kerakyatan. Ini menjadi kebangkitan ekonomi kerakyatan dalam memberikan manfaat kepada pedagang dan masyarakat Gresik,” ucap Bupati Yani.

BACA JUGA:  Polres Batang Panggil Pengancam Direktur SPA

Bupati Yani didampingi Wabup Aminatun Habibah, mendampingi Gubernur Jatim Indar Parawansa, ikut memadati area pasar dan pelelangan bandeng kawak, bersama pejabat forkopimda dan kepala OPD di lingkungan Pemkab Gresik, berbaur dengan ribuan masyarakat Gresik.

Sementara itu, Gubernur Jatim bercerita bahwa sejak tahun lalu dirinya rutin membeli bandeng Gresik saat momen menjelang lebaran.

Selanjutnya, bandeng tersebut akan dimasak bersama-sama seluruh kepala dinas dan kepala BUMD Jatim di Gedung Negara Grahadi.

“Seperti tahun lalu, malam ini saya akan berbelanja bandeng, karena nanti malam kita akan mengadakan lomba memasak berbasis bandeng bersama OPD dan BUMD. Kita nanti juga akan sahur dengan menu bandeng asal Gresik,” ucapnya.

Dia menyebutkan, saat ini bandeng menjadi resonansi bagi perkembangan ekonomi warga sekitar. Terutama dalam jenis ikan berbasis budi daya.

Sementara sumber mediaseruni di Gresik, Mifti Haris, Minggu 23 April 2023, mengatakan, Kontes Bandeng Kawak, biasanya diselenggarakan diakhir-akhir ramadan.

“Kontes Bandeng Kawak dan Pasar Bandeng Tahun ini diselenggarakan Rabu 19 April malam, lusa kemarin,” kata Mifti, yang juga Manajer Comdev di Kawasan Industri JIIPE, kepada mediaseruni.co.id.

Dikatakan Mifti, dalam kontes tersebut pemenangnya adalah bandeng milik Syaifullah yang memiliki bobot paling berat, yakni mencapai 11,5 kg. Sekaligus berhak menerima trofi dan hadiah uang tunai Rp 30 juta. (mds)

Editor Azhari

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Stay Connected

2,411FansSuka
146PengikutMengikuti
112PengikutMengikuti

Latest Articles

%d blogger menyukai ini: