JAKARTA – Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) secara tegas menyoroti peran krusial sektor aviasi sebagai katalis utama dalam upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada tahun 2029. Industri ini dipandang bukan sekadar moda transportasi, melainkan lokomotif penggerak roda perekonomian.
Pernyataan ini didasari pada potensi besar industri penerbangan dalam memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan mobilitas barang dan jasa, serta menjadi penopang vital bagi pengembangan sektor pariwisata dan iklim investasi di Tanah Air.
Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, dalam keterangannya pada Rabu (29/4/2026), menekankan bahwa sektor aviasi adalah "tulang punggung" yang tak tergantikan dalam merajut konektivitas di negara kepulauan seperti Indonesia. Konektivitas yang optimal, lanjut Denon, akan memicu pemerataan aktivitas ekonomi, membuka simpul-simpul pertumbuhan baru di berbagai daerah yang sebelumnya kurang terjangkau.

Related Post
"Lebih dari sekadar moda transportasi penumpang, industri penerbangan berfungsi sebagai ‘enabler’ atau pendorong utama bagi ekspansi ekonomi. Konektivitas yang solid akan membuka gerbang investasi baru, mempercepat rantai distribusi logistik, dan secara signifikan mendongkrak sektor pariwisata domestik maupun internasional," ujar Denon.
Untuk mewujudkan potensi tersebut, Denon menggarisbawahi pentingnya penguatan industri penerbangan melalui pendekatan ekosistem yang komprehensif. Kolaborasi erat antarberbagai pemangku kepentingan, mulai dari regulator kebijakan, operator bandara, maskapai penerbangan, penyedia energi, hingga lembaga pendidikan dan pelatihan, mutlak diperlukan guna menciptakan sistem aviasi yang efisien, aman, dan berkelanjutan.
Visi ini akan menjadi sorotan utama dalam gelaran Indonesia Aero Summit 2026 yang dijadwalkan pada 8-9 Juli mendatang di Jakarta. Forum bergengsi tersebut akan mengusung tema "Sustainable Aviation Ecosystem," merefleksikan urgensi transformasi menyeluruh dalam industri penerbangan.
Denon merinci, konsep keberlanjutan dalam industri aviasi jauh melampaui sekadar upaya mitigasi emisi karbon. Ini juga mencakup peningkatan efisiensi operasional, modernisasi infrastruktur pendukung, serta adopsi dan pemanfaatan teknologi digital terkini untuk optimalisasi layanan dan keamanan. Dengan demikian, industri penerbangan diharapkan tidak hanya tumbuh secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan mampu beradaptasi dengan tantangan masa depan.







Tinggalkan komentar