JAKARTA – PT Pertamina (Persero) kembali mengukuhkan posisinya sebagai entitas bisnis yang juga memiliki tanggung jawab sosial dan ekonomi. Melalui program pasar murah yang inovatif, raksasa energi nasional ini berupaya meredam tekanan inflasi dan menjaga daya beli masyarakat prasejahtera di berbagai pelosok negeri. Inisiatif strategis ini, yang diawali di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Jumat, 11 April 2026, menandai dimulainya rangkaian kegiatan serupa di seluruh wilayah operasional Pertamina.
Program pasar murah ini secara spesifik menargetkan segmen masyarakat prasejahtera yang tergolong dalam desil 1 hingga 4 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan skema harga yang terjangkau, Pertamina berambisi untuk meringankan beban finansial rumah tangga sekaligus menjamin ketersediaan akses terhadap komoditas esensial. Ini adalah langkah proaktif dalam menanggapi volatilitas harga pangan yang kerap menjadi tantangan serius bagi stabilitas ekonomi keluarga.
Muhammad Baron, Vice President Corporate Communication Pertamina, menekankan urgensi program ini sebagai manifestasi kepedulian perusahaan. "Di tengah dinamika perekonomian global yang penuh ketidakpastian, Pertamina berharap inisiatif pasar murah ini dapat menjadi instrumen efektif untuk membantu masyarakat prasejahtera dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi di tingkat akar rumput," papar Baron, sebagaimana dilansir oleh mediaseruni.co.id.

Related Post
Kebutuhan akan program semacam ini semakin mendesak mengingat fluktuasi harga kebutuhan pokok yang seringkali tidak terprediksi, dipicu oleh berbagai faktor mulai dari rantai pasok hingga kondisi geopolitik global. Pertamina melihat ini bukan hanya sebagai masalah sosial, tetapi juga sebagai tantangan ekonomi makro yang memerlukan intervensi terencana untuk menjaga stabilitas daya beli masyarakat.
Rencananya, program ini akan digulirkan secara bertahap dan berkelanjutan, menjangkau lebih banyak titik di seluruh Indonesia yang membutuhkan dukungan serupa. Ini mencerminkan visi jangka panjang Pertamina untuk tidak hanya berfokus pada profitabilitas, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah sosial dan ekonomi bagi bangsa, menegaskan perannya sebagai agen pembangunan yang responsif terhadap kondisi riil masyarakat.









Tinggalkan komentar