TERUNGKAP! Jadwal WFA Lebaran 2026: Mudik Anti Macet?

JAKARTA – Pemerintah Indonesia mengambil langkah proaktif untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas masyarakat selama periode Hari Raya Lebaran tahun 2026. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, melalui Menko Airlangga Hartarto, telah mengungkapkan sebuah strategi inovatif untuk mengurai kepadatan arus mudik dan balik: penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dalam dua fase. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi jurus ampuh dalam menciptakan kelancaran lalu lintas dan distribusi pergerakan orang yang lebih merata.

Gambar Istimewa : img.okezone.com

Menko Airlangga menjelaskan bahwa implementasi WFA ini akan dibagi menjadi dua periode krusial. Fase pertama dijadwalkan pada tanggal 16 dan 17 Maret, bertepatan dengan momentum Hari Raya Nyepi dan sebagai upaya mendorong masyarakat untuk memulai perjalanan mudik lebih awal. Sementara itu, fase kedua akan diberlakukan pada tanggal 25 hingga 27 Maret, yang difokuskan untuk mengelola kelancaran arus balik Lebaran 2026.

COLLABMEDIANET

"Jadi kalau boleh di-spill work from anywhere-nya tanggal 16-17, tanggal 25, 26, 27," ujar Airlangga dalam sambutannya pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (5/2/2026) malam, mengindikasikan keseriusan pemerintah dalam perencanaan ini.

Kebijakan WFA ini, menurut Airlangga, merupakan bagian integral dari upaya pemerintah untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode Lebaran. Dengan memfasilitasi pekerja untuk beraktivitas dari mana saja, diharapkan terjadi dispersi pergerakan massa, sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan dan penumpang pada puncak-puncak arus mudik dan balik. Strategi ini dirancang untuk mengurangi beban infrastruktur transportasi dan meminimalkan potensi kemacetan parah yang kerap terjadi setiap tahun.

Selain skema WFA, pemerintah juga menyiapkan serangkaian insentif tambahan untuk lebih mengoptimalkan distribusi arus. Ini termasuk diskon tarif tol pada periode tertentu, sebuah strategi yang telah terbukti efektif di tahun-tahun sebelumnya dalam mendorong pemudik untuk melakukan perjalanan di luar jam-jam puncak. Tak hanya itu, potongan harga juga akan diberikan untuk tarif angkutan transportasi umum, mencakup moda transportasi laut, kereta api, hingga penerbangan, guna mendorong diversifikasi pilihan perjalanan masyarakat dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Langkah-langkah komprehensif ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menciptakan pengalaman mudik dan balik Lebaran yang lebih nyaman, aman, dan efisien bagi seluruh masyarakat. Dengan kombinasi WFA dan insentif transportasi, diharapkan perputaran ekonomi di daerah tujuan mudik juga dapat lebih merata seiring dengan terdistribusinya waktu kedatangan pemudik.


Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar