ediaseruni.co.id, PEMALANG - Paska terjadinya Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang diduga dilakukan oleh inisial MM selaku Kades Wanarejan Utara Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang terhadap yang diduga tersangka inisial NF dan DR hari Rabo 11 Januari 2023 ketika itu.
Kemudian yang kedua atas dugaan tindak pidana korupsi oleh inisial YK selaku Kepala Desa Cibuyur dan Ketua Kades atau (Simoklang) Paguyuban Kades Se Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah.
Dikatakan oleh MM kepada Media Seruni.co.id bahwa keterkaitan (OTT) terhadap NF dan DR memang saya akui, karena nilai proyek nya hanya 69 juta dan padahal sudah saya beri 500 dan 600 ribu jeda waktu berbeda, kemudian minta lagi sehingga saya tambah lagi 1 juta, total menjadi senilai Rp.2 juta 100 ribu,”kata MM.
Selain itu kata MM, berhubung saya saat sekarang sedang ada musibah, sehingga saya lakukan supaya di (OTT), sementara saya dimintai keterangan di Polres Pemalang didampingi bersama Kades Cibuyur selaku Ketua saya,”ucap MM saat itu tiga jam kemudian paska (OTT).
Atas kejadian tersebut saat itu sangat viral dengan adanya dukungan pemberian karangan bunga di dalam mako Polres Pemalang. Artinya merasa puas bagi pemberi karangan bunga kepada yang sudah di (OTT), Kami atas nama Paguyuban Kades dan Perangkat Desa Se Jateng mendukung kinerja Polres Pemalang.



Terpisah dan dikatakan oleh inisial TF keterkaitan dengan karangan bunga kepada Media Seruni.co.id, ia mengatasnamakan Ketua (LSM) dan Kades Cibuyur dalam waktu dekat akan lapor ke pusat berikut gandeng Dewan Pers, bahkan ia pun menyuruh di recam omongan saya,”ucapnya yang mengaku Ketua (LSM) saat itu dan seolah-olah bagaikan Hakim yang tidak bisa dikalahkan.
Menurut Ario Ardhie Hagono, SE selaku Kabid Ormas Kesbangpol Pemalang kepada Mediaseruni.co.id Rabo 29 Maret 2023 bahwa.
“Keterkaitan orang yang mengaku LSM, tentu dalam hubungan komunikasi tidak seperti itu, apalagi orang tersebut data LSM yang dimaksud sementara saya cek dari tahun 2022 hingga tahun 2023 tidak ada, silahkan bagi yang bersangkutan apabila keberatan datang kekantor dan diperbarui susunan pengurus yang terbaru, supaya tidak liar,”kata Kabid Kesbangpol.
Disampaikan oleh Yoyok Kusnodo kepada Mediaseruni.co.id melalui sambungan telp bahwa keterkaitan karangan bunga saya tidak tau termasuk Kades di Pemalang, karena saya tau yang mengirim saat itu adalah oknum Wartawan dan LSM,”kata Yoyok.
Selain itu kata Yoyok, keterkaitan kiriman karangan bunga yang tujuannya kami di pihak Kepala Desa diadombakan, Kemudian soal TF, dia teman saya, wajar tanpa saya ketahui konfirmasi sampean soal karangan bunga. Dan soal apa yang dilaporkan, bulan Maret tahun 2022 sudah dilakukan audit di Desa saya,”ucap Yoyok mengakhiri pembicaraan via telp selulernya.
Menurut Rizal Sanusi bersama Hermawan, Eka Ilham. F selaku Kasi Pidsus, Intel dan Pidum Kejaksaan Negeri Pemalang menjelaskan kepada Siswanto selaku pelapor bersama para Wartawan.
“Pertama kami baru mengetahui secara fisik bukti laporan setahun yang lalu, yang kedua kami akan pelajari dan nanti akan kami koordinasikan kepada pihak terkait, soal di Desa Klarean sudah dilakukan audit seminggu yang lalu, perlu diketahui sebelum nya, kalau data tahun kemarin kami belum tau, karena tahun kemarin kami belum tugas disini,”jelas Rizal Sanusi. (Adn/Mds)


