Riau Darurat Asap Ribuan Warga Terkena ISPA

Riau Darurat Asap Ribuan Warga Terkena ISPA

mediaseruni.co.id – Krisis kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Provinsi Riau sejak Agustus hingga Oktober 2026 telah memicu lonjakan kasus kesehatan yang signifikan. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 28 ribu jiwa dilaporkan terdampak Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap pekat yang menyelimuti wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus ini terjadi secara bertahap selama periode kebakaran berlangsung. Menariknya, dalam dua hari terakhir, angka penderita ISPA menunjukkan tren peningkatan yang cukup mengkhawatirkan.

Riau Darurat Asap Ribuan Warga Terkena ISPA
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

"Data menunjukkan pada hari Selasa tercatat ada 331 kasus, dan pada hari Rabu terdapat 263 kasus. Jika kita akumulasikan sejak 19 Agustus hingga kemarin, totalnya mencapai 28 ribu kasus ISPA," ujar Zulkifli dalam keterangannya pada Kamis (8/10).

COLLABMEDIANET

Meski angka tersebut terlihat sangat besar, Zulkifli memberikan catatan penting terkait validasi data. Ia menjelaskan bahwa angka 28 ribu tersebut merupakan data mentah yang dikumpulkan dari 12 kabupaten dan kota di seluruh Riau. Saat ini, pihak Dinas Kesehatan masih perlu melakukan verifikasi ulang untuk memastikan apakah angka tersebut merupakan kasus baru atau merupakan kunjungan berulang dari pasien yang sama.

"Data yang diinput oleh kabupaten/kota tersebut belum melalui proses skrining mendalam. Kita perlu memastikan apakah ini merupakan kunjungan berulang atau bukan, jadi angka 28 ribu ini tidak serta-merta berarti 28 ribu individu yang berbeda terdampak asap," tambahnya.

Menanggapi situasi darurat ini, Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, telah memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran pemerintah daerah untuk mempercepat penanganan dampak kabut asap. Langkah kolaborasi antarwilayah menjadi kunci utama dalam mitigasi bencana ini.

Di Kota Pekanbaru, pemerintah telah menyiagakan lima pos kesehatan strategis yang ditempatkan di titik-titik pos lalu lintas. Pos-pos ini dilengkapi dengan petugas medis profesional dan unit ambulans yang siap siaga 24 jam untuk melayani masyarakat yang mengalami sesak napas atau gangguan pernapasan lainnya.

Kondisi paling kritis saat ini tercatat terjadi di Kabupaten Siak dan Kabupaten Kampar, di mana Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) telah memasuki kategori berbahaya. Menanggapi hal tersebut, pemerintah daerah setempat bersama pemangku kepentingan terkait telah bergerak cepat melakukan aksi lapangan, salah satunya dengan membagikan masker secara masif kepada warga.

Selain pos kesehatan di jalan raya, Dinas Kesehatan Riau juga telah mengaktifkan posko kesehatan khusus dan fasilitas "Rumah Oksigen" yang berlokasi di belakang Perpustakaan Wilayah, Jalan Cut Nyak Dien. Fasilitas ini disiapkan sebagai langkah antisipasi jika terjadi lonjakan pasien yang membutuhkan bantuan oksigen tambahan.

"Untuk saat ini, penanganan kasus ISPA masih dilakukan secara mandiri di tingkat Puskesmas di masing-masing kabupaten/kota. Sejauh ini belum ada pasien yang dirujuk ke rumah sakit karena penanganan di layanan primer masih berjalan efektif," pungkas Zulkifli.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar