mediaseruni.co.id – Kabar mengejutkan datang dari destinasi wisata super prioritas Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Sebuah kecelakaan laut yang melibatkan kapal wisata jenis pinisi bernama Yukai dilaporkan terjadi di perairan Pulau Seture, Manggarai Barat, pada Minggu (27/9) pagi. Insiden ini sempat memicu kepanikan karena kapal yang mengangkut sejumlah wisatawan mancanegara tersebut dilaporkan dalam kondisi terbalik.
Berdasarkan rekaman video amatir yang beredar luas di media sosial, suasana mencekam terlihat sesaat sebelum kapal tersebut tenggelam. Kapal pinisi tersebut tampak dalam posisi miring yang tidak stabil di tengah laut. Beruntung, keberadaan kapal-kapal wisata lain yang sedang melintas di area tersebut memberikan harapan bagi para korban. Sekitar 10 sekoci dari kapal-kapal di sekitar lokasi segera bergerak cepat menuju titik kecelakaan untuk memberikan pertolongan darurat.

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah wisatawan mancanegara telah berhasil naik ke atas sekoci untuk menyelamatkan diri. Di sisi lain, para kru kapal tampak sibuk berusaha menyelamatkan barang-barang milik penumpang dengan melemparkan koper-koper ke arah sekoci yang mendekat. Aksi heroik para nahkoda dan kru kapal lain di sekitar lokasi menjadi kunci utama dalam penanganan awal insiden ini.

Related Post
Koordinator Pos SAR Labuan Bajo, Arif Rahmadan, mengonfirmasi terjadinya kecelakaan kapal pinisi tersebut. Meski demikian, ia menjelaskan bahwa tim SAR tidak langsung diterjunkan ke lokasi evakuasi karena proses penyelamatan sudah dilakukan secara mandiri oleh kapal-kapal wisata yang berada di sekitar kejadian. "Kami tidak turun (evakuasi), karena ada kapal-kapal lain yang langsung menolong," ujar Arif saat memberikan keterangan kepada media. Hingga saat ini, pihak berwenang masih terus mengumpulkan data terkait jumlah pasti penumpang yang berada di atas kapal saat kejadian berlangsung.
Terkait penyebab pasti mengapa kapal tersebut bisa terbalik, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto, memberikan penjelasan awal. Menurutnya, kecelakaan tersebut dipicu oleh benturan keras dengan struktur bawah laut. "Kapal tersebut kandas setelah menabrak batu karang yang dangkal," jelas Stephanus.
Meski sempat mengalami insiden yang menegangkan, kabar baik datang dari proses evakuasi. Stephanus memastikan bahwa seluruh penumpang telah berhasil dievakuasi dengan selamat. Para korban kemudian dibawa menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo menggunakan armada Sea Rider milik KSOP Labuan Bajo. "Penumpang aman, semuanya sudah berhasil dievakuasi," tegasnya.
Saat ini, upaya penanganan terhadap badan kapal masih terus dilakukan. Kapal pinisi Yukai tidak sepenuhnya tenggelam ke dasar laut, melainkan sedang dalam proses penarikan menuju Pulau Kelapa agar bisa dilandaskan dan diapungkan kembali. Pihak otoritas berjanji akan segera merilis laporan kronologi lengkap dan jumlah penumpang secara mendetail setelah seluruh proses evakuasi dan investigasi awal selesai dilakukan.









Tinggalkan komentar