mediaseruni.co.id – Struktur kepengurusan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmah 2026-2031 resmi diumumkan. Keputusan ini menjadi sorotan publik karena deretan nama yang masuk dalam jajaran Mustasyar atau penasihat organisasi tersebut melibatkan tokoh-tokoh nasional dengan pengaruh yang sangat besar di Indonesia.
Pengumuman penting ini disampaikan dalam rangkaian Muktamar ke-35 yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang. Dalam prosesi tersebut, Katib Aam M. Nuh membacakan susunan pengurus lengkap dengan didampingi oleh Ketua Umum PBNU terpilih, KH. Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin, serta Rais Aam KH. Miftachul Achyar.

Dari total struktur yang dibentuk, terdapat 33 nama yang dipercaya untuk mengisi posisi Mustasyar PBNU. Kehadiran nama-nama besar ini menandakan bahwa PBNU tetap memposisikan diri sebagai organisasi yang merangkul berbagai elemen penting bangsa, mulai dari ulama kharismatik, politisi senior, hingga akademisi terkemuka.

Related Post
Beberapa nama yang mencuri perhatian dalam daftar Mustasyar tersebut antara lain adalah Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin. Selain itu, tokoh nasional Jusuf Kalla juga turut masuk dalam jajaran penasihat ini. Kehadiran tokoh-tokoh seperti Said Aqil Siroj dan Irfan Yusuf semakin memperkuat legitimasi intelektual dan spiritual dalam struktur organisasi Nahdlatul Ulama.
Tidak hanya tokoh politik dan ulama, PBNU juga memberikan ruang bagi tokoh perempuan dan akademisi. Nama Nyai Hj. Shinta Nuriyah A. Wahid, yang merupakan istri dari Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), turut tercatat dalam jajaran Mustasyar. Selain itu, terdapat pula nama A.S Hikam serta pakar hukum tata negara, Moh. Mahfud MD, yang menambah bobot strategis dalam jajaran penasihat organisasi.
Ketua Umum PBNU, KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), menjelaskan bahwa secara keseluruhan, jumlah pengurus PBNU untuk periode 2026-2031 ini mencapai 210 orang. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah personel dibandingkan dengan kepengurusan periode sebelumnya yang berjumlah 189 orang.
"Ada penambahan sebanyak 21 orang dalam struktur kepengurusan kali ini," ujar Gus Kikin saat memberikan keterangan terkait hasil Muktamar.
Penambahan jumlah pengurus ini diharapkan dapat memperkuat gerak langkah PBNU dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks. Dengan komposisi pengurus yang terdiri dari berbagai latar belakang keahlian, PBNU diharapkan mampu menjalankan peran strategisnya, baik dalam menjaga kerukunan umat beragama maupun dalam memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara di masa depan.










Tinggalkan komentar