mediaseruni.co.id – Badan Gizi Nasional BGN kini mewajibkan semua pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis MBG untuk menempelkan stiker batas waktu konsumsi pada setiap wadah makanan. Langkah tegas ini diambil demi menekan risiko keracunan pangan yang sempat menimpa sejumlah siswa akibat jeda distribusi yang terlalu panjang.
Pengawasan ketat ini merupakan respons langsung terhadap peristiwa tragis di Jayapura. Kala itu hidangan disajikan belasan jam setelah proses memasak rampung. Pola keterlambatan pengiriman semacam ini disinyalir menjadi pemicu utama penurunan kualitas makanan hingga menyebabkan gangguan pencernaan pada anak didik.

Kepala BGN Sudaryono dalam konferensi pers di kantornya Jakarta menjelaskan kronologi insiden tersebut. "Kasus di Jayapura menunjukkan dapur mulai masak jam 7 malam namun baru dikirim ke sekolah jam 11 siang keesokan harinya. Rentang waktu yang terlampau lama inilah salah satu penyebab keracunan" ujarnya.

Related Post
Sudaryono menambahkan bahwa pihaknya terus memperkuat fungsi kontrol operasional di lapangan. Melalui sistem pantauan terintegrasi yang dinamakan POP setiap tahapan mulai dari pencacahan bahan baku hingga penyerahan makanan wajib tercatat dalam buku log. Ke depan BGN akan memberlakukan standar operasional yang lebih ketat. Aturan baru ini akan merinci secara jelas jam mulai memasak jam matang hingga batas toleransi konsumsi maksimal empat jam setelah makanan selesai diolah.







Tinggalkan komentar