mediaseruni.co.id – Dunia konstruksi di Jakarta Utara tengah diselimuti awan duka setelah sebuah insiden tragis merenggut nyawa seorang anak di kawasan Cilincing. Peristiwa memilukan ini terjadi di sekitar area galian yang berada di jalur akses menuju proyek pembangunan Rumah Pompa Cilincing-KBN (Waduk Belibis). Insiden tersebut memicu perhatian luas dari masyarakat dan pihak berwenang terkait aspek keselamatan di sekitar area proyek infrastruktur.
Korban yang diketahui berinisial FP dilaporkan meninggal dunia setelah tenggelam di dalam genangan air yang terdapat pada lubang galian di wilayah Semper Barat, Cilincing, pada Jumat (30/10/2026). Kejadian ini sontak mengejutkan warga sekitar dan pekerja yang tengah beraktivitas di kawasan tersebut.

Menanggapi peristiwa tersebut, PT Nindya Karya (Persero) selaku perusahaan yang mengelola proyek tersebut segera mengambil langkah cepat dengan melakukan investigasi mendalam. Pihak manajemen menegaskan bahwa mereka tidak tinggal diam dan tengah berupaya mengumpulkan seluruh fakta serta bukti di lapangan guna memahami kronologi kejadian secara utuh.

Related Post
Senior Vice President QHSE PT Nindya Karya (Persero), Dedikasi Firansyah, memberikan klarifikasi resmi mengenai posisi lokasi kejadian. Ia menjelaskan bahwa titik di mana insiden tersebut terjadi sebenarnya merupakan jalan akses bersama yang digunakan oleh masyarakat, dan bukan merupakan bagian dari zona operasional atau area kerja utama yang dikelola langsung oleh perusahaan.
"Meskipun lokasi kejadian berada di luar area kerja proyek, kami tetap bertanggung jawab penuh untuk mengambil langkah penanganan yang diperlukan. Kami telah berkoordinasi secara intensif dengan warga sekitar serta pihak-pihak terkait untuk memastikan situasi tetap terkendali," ungkap Dedikasi dalam keterangan resminya, Sabtu (31/10/2026).
Sebagai bentuk empati dan tanggung jawab sosial, Nindya Karya menyatakan telah memberikan pendampingan penuh kepada keluarga korban. Selain itu, perusahaan juga telah menyalurkan santunan kepada keluarga korban yang meninggal dunia, serta memberikan bantuan kepada korban lain yang saat ini masih harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Dedikasi juga menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas musibah ini. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, serta mendoakan agar korban yang masih dalam perawatan medis dapat segera diberikan kesembuhan. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada para pekerja proyek dan warga setempat yang dengan sigap memberikan pertolongan pertama saat mengetahui kejadian tersebut.
Saat ini, tim investigasi internal perusahaan masih bekerja keras untuk melengkapi dokumentasi dan memperoleh hasil pemeriksaan menyeluruh. Langkah ini diambil agar perusahaan dapat mengevaluasi standar keamanan di sekitar lingkungan proyek guna mencegah kejadian serupa terulang kembali di masa mendatang. Pihak manajemen juga telah mengadakan pertemuan dengan warga untuk memastikan proses penanganan pasca-insiden berjalan dengan transparan dan baik.









Tinggalkan komentar