Industri asuransi nasional terus berbenah menghadapi tantangan besar. Tingkat pemahaman masyarakat terhadap produk perlindungan finansial masih jauh tertinggal dibandingkan sektor keuangan lainnya. Namun, para pelaku industri tidak tinggal diam mereka punya strategi jitu untuk memperluas jangkauan dan merangkul lebih banyak masyarakat.
Data terbaru dari Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan SNLIK 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan OJK mengungkap fakta menarik. Indeks literasi perasuransian nasional tercatat sebesar 4545 persen sementara indeks inklusi perasuransian baru mencapai 2850 persen. Angka ini menjadi pemicu utama bagi perusahaan asuransi untuk terus berinovasi dalam mendekatkan diri pada publik.

Salah satu perusahaan yang gencar melakukan ekspansi adalah Bhinneka Life. Direktur Utama Bhinneka Life Benny Indra menegaskan komitmen perusahaan untuk memastikan akses informasi dan layanan menjadi lebih mudah. "Kami ingin memastikan bahwa akses terhadap informasi dan layanan Bhinneka Life semakin mudah dijangkau sekaligus terus memperkuat jaringan pemasaran kami di berbagai wilayah" ujarnya dalam keterangannya belum lama ini.

Related Post
Langkah konkret Bhinneka Life terlihat dari pembukaan kantor pemasaran baru di Gading Serpong. Lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan Gading Serpong merupakan salah satu wilayah dengan potensi pertumbuhan yang sangat menjanjikan. Kawasan ini terus berkembang pesat baik sebagai pusat hunian modern maupun area aktivitas masyarakat yang dinamis. Dengan demikian strategi perluasan jaringan distribusi diharapkan mampu menjembatani kesenjangan literasi dan inklusi asuransi di Indonesia.









Tinggalkan komentar