Terkuak Kunci Jutaan Bansos Tepat Sasaran

Terkuak Kunci Jutaan Bansos Tepat Sasaran

mediaseruni.co.id – Penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tepat sasaran selalu menjadi harapan besar masyarakat. Namun, keluhan mengenai salah sasaran masih sering terdengar. Kini, sebuah rahasia besar terkuak: kunci utama keberhasilan program ini terletak pada pembaharuan data yang akurat dan mampu menggambarkan kondisi riil warga.

Setia Pramana, Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data Badan Pusat Statistik (BPS), menggarisbawahi urgensi pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) secara rutin. Menurutnya, ketepatan data adalah fondasi utama, bukan sekadar kecanggihan metode perhitungan. "Bukan hanya metodologi pemeringkatan yang penting, tetapi data yang diurutkan haruslah mutakhir, akurat, dan terkini," tegas Setia dalam sebuah diskusi mengenai metodologi penentuan desil dan pengukuran kemiskinan di Jakarta.

Terkuak Kunci Jutaan Bansos Tepat Sasaran
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Penentuan desil dalam DTSEN jauh lebih kompleks dari sekadar mengukur tingkat pengeluaran atau pendapatan. Sistem ini mempertimbangkan lebih dari 40 indikator sosial-ekonomi. Variabel-variabel tersebut meliputi karakteristik rumah tangga, kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, hingga akses terhadap sanitasi. "Desil tidak hanya diurutkan berdasarkan pengeluaran. Kami memiliki lebih dari 40 variabel. Jadi, tidak ada batasan pendapatan tertentu yang secara otomatis menempatkan seseorang dalam desil tertentu," jelasnya. Ini menunjukkan bahwa kondisi masyarakat yang sesungguhnya menjadi fokus utama, bukan angka semata.

COLLABMEDIANET

Untuk menangkap dinamika kesejahteraan yang terus berubah, BPS melakukan pembaharuan data setiap tiga bulan. Langkah ini juga membuka pintu kolaborasi data dengan 18 kementerian dan lembaga terkait, tentu dengan tetap menjaga kerahasiaan data pribadi. "Harapannya, data yang mutakhir ini mampu merespons perubahan kondisi masyarakat. Jika ada perubahan signifikan, masyarakat diharapkan melaporkannya. Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan seluruh kementerian dan lembaga terkait data," tambah Setia.

Di lapangan, dampak positif DTSEN sudah terasa nyata. Tenaga Ahli Kementerian Sosial, Andi Kurniawan, mengungkapkan bahwa pemanfaatan data ini telah berhasil merangkul 4,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) baru. Mereka adalah warga yang sebelumnya terlewat dari program bansos. "Kini, 4,3 juta KPM baru telah menerima bansos berkat penggunaan DTSEN. Yang terpenting adalah bagaimana kita membangun registri sosial dinamis untuk menangkap kondisi sosial ekonomi yang sangat fluktuatif," pungkas Andi. Ini membuktikan bahwa data yang akurat bukan hanya sekadar angka, melainkan jembatan menuju keadilan sosial.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar