Stok Beras Bulog Anjlok Terkuak Ini Penyebabnya

Stok Beras Bulog Anjlok Terkuak Ini Penyebabnya

mediaseruni.co.id – Persediaan beras nasional yang dikelola oleh Perum Bulog mengalami penurunan signifikan. Dari angka sebelumnya yang mencapai 5,4 juta ton, kini cadangan di gudang-gudang Bulog tercatat menyusut hingga menyentuh 4,722 juta ton. Penurunan drastis ini sontak memicu pertanyaan besar, dan Direktur Utama Bulog, Rizal, akhirnya buka suara mengungkap pemicu utamanya di Jakarta Selatan baru-baru ini.

Rizal menjelaskan bahwa salah satu faktor utama yang menguras simpanan beras adalah masifnya penyaluran bantuan pangan. Program strategis ini, yang menyasar jutaan keluarga penerima manfaat, telah mendistribusikan ratusan ribu ton beras dalam beberapa gelombang. "Untuk bantuan pangan bulan Februari-Maret saja, kami menyalurkan kepada 33,2 juta penerima manfaat sebanyak dua kali, itu sudah sekitar 600.000 ton," terang Rizal saat menerima kunjungan Komisi XI DPR. Ia menambahkan, penyaluran serupa berlanjut untuk periode Juli, Agustus, dan September, dengan total beras yang keluar dari gudang hampir mencapai satu juta ton.

Stok Beras Bulog Anjlok Terkuak Ini Penyebabnya
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Tak hanya bantuan pangan, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) juga turut berkontribusi besar terhadap berkurangnya stok. Melalui SPHP, Bulog secara aktif menggelontorkan beras ke pasar guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan komoditas pokok tersebut. "Penyaluran SPHP dari awal tahun hingga saat ini sudah mencapai 800.000 ton. Jadi, memang cukup banyak yang keluar, alhamdulillah," imbuhnya, menandakan upaya serius Bulog dalam mengendalikan inflasi.

COLLABMEDIANET

Di tengah dinamika penurunan stok secara nasional, Bulog juga merinci kondisi persediaan di daerah. Untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) misalnya, stok beras Bulog tercatat sebanyak 22.051 ton. Dari jumlah tersebut, mayoritas atau sekitar 21.000 ton tersimpan di gudang, sementara sisanya sekitar 802 ton masih dalam proses pengolahan lokal dan regional.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar