Pasar Saham Memerah Deretan Emiten Anjlok

Pasar Saham Memerah Deretan Emiten Anjlok

mediaseruni.co.id – Kondisi pasar modal Indonesia tengah mengalami tekanan hebat dalam sepekan terakhir. Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan adanya gelombang koreksi yang cukup signifikan pada sejumlah emiten, yang tercermin dari daftar sepuluh saham dengan penurunan harga paling tajam dalam periode perdagangan 28 September hingga 2 Oktober 2026.

Sentimen negatif di pasar saham pekan ini sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang tampak lesu. Indeks acuan pasar modal tanah air tersebut tercatat merosot hingga 3,28 persen, yang membawa posisi IHSG ke level 6.036. Penurunan ini memberikan tekanan psikologis bagi para investor, mengingat banyaknya saham yang mengalami aksi jual masif.

Pasar Saham Memerah Deretan Emiten Anjlok
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Jika menilik daftar emiten yang paling terdampak, PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) menempati posisi puncak sebagai saham dengan kerugian paling dalam. Emiten ini mengalami terjun bebas yang sangat drastis, yakni mencapai angka 54,72 persen dalam kurun waktu satu minggu saja. Harga saham FORU yang sebelumnya berada di level Rp360 per lembar, kini merosot tajam hingga menyentuh angka Rp163 per saham. Anjloknya nilai saham ini menjadi sorotan utama para pelaku pasar karena besarnya persentase penurunan yang terjadi secara tiba-tiba.

COLLABMEDIANET

Tak hanya FORU, beberapa emiten lain juga tidak luput dari tekanan jual yang kuat. Salah satu yang mencatatkan penurunan signifikan adalah PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV). Saham NETV dilaporkan menyusut sebesar 34 persen dibandingkan posisi pekan sebelumnya. Harga per lembar sahamnya kini berada di angka Rp33, turun dari posisi sebelumnya yang berada di level Rp50.

Fenomena "top losers" pekan ini menunjukkan adanya volatilitas yang tinggi di berbagai sektor industri. Meskipun beberapa saham mengalami pelemahan yang sangat ekstrem, terdapat pula emiten yang mengalami koreksi moderat namun tetap masuk dalam daftar sepuluh saham terburuk. Tekanan jual ini diduga dipicu oleh berbagai faktor makroekonomi serta sentimen spesifik dari masing-masing emiten yang memicu aksi ambil untung atau profit taking oleh para investor.

Bagi para investor, kondisi pasar yang sedang memerah ini menuntut kehati-hatian ekstra dalam mengambil keputusan investasi. Analis menyarankan agar pelaku pasar tetap memantau pergerakan fundamental perusahaan serta menjaga likuiditas portofolio. Mengingat IHSG yang sedang mengalami tren penurunan, strategi manajemen risiko menjadi kunci utama agar tidak terjebak dalam kerugian yang lebih dalam.

Berdasarkan data statistik resmi yang dirilis oleh BEI pada Sabtu (3/10/2026), daftar sepuluh saham penghuni posisi terbawah atau top losers pekan ini menjadi pengingat akan dinamika pasar yang penuh ketidakpastian. Para pelaku pasar kini tengah menanti apakah pekan depan akan terjadi pembalikan arah (rebound) atau justru tekanan jual akan berlanjut lebih dalam.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar