Jakarta – Kabar baik bagi perekonomian nasional! Kementerian UMKM mengumumkan bahwa penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) menunjukkan tren positif. Hingga pertengahan 2025, sebanyak 60% dana KUR berhasil dialokasikan ke sektor produksi. Hal ini diungkapkan langsung oleh Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, di Jakarta pada Rabu (20/8/2025).
Menteri Maman menekankan bahwa fokus utama saat ini adalah kualitas penyaluran KUR. Selama satu dekade terakhir, program KUR dinilai hanya berorientasi pada pencapaian target nominal, dengan alokasi dana mencapai Rp300 triliun per tahun. Namun, kualitas penyaluran dana tersebut kurang diperhatikan.
"Distribusi KUR harus dilihat dari aspek kualitasnya. Ukurannya adalah 60 persen alokasi dana KUR harus masuk ke sektor produksi," tegas Menteri Maman.

Related Post
Kementerian UMKM kini mewajibkan bank-bank penyalur KUR untuk mengutamakan kualitas penyaluran. Indikator keberhasilan program KUR kini diukur dari seberapa besar dana yang dialokasikan ke sektor produksi. Target yang ditetapkan adalah minimal 60% dari total dana KUR.
Menteri Maman mengungkapkan bahwa selama ini, penyaluran KUR ke sektor produksi belum pernah mencapai angka 60%. "Paling tinggi hanya 52 atau 53 persen," ujarnya.
Dengan peningkatan alokasi KUR ke sektor produksi, diharapkan akan tercipta efek domino positif bagi perekonomian. Hal ini mencakup penyerapan tenaga kerja yang lebih besar dan peningkatan permintaan bahan baku lokal. Pemerintah optimis bahwa langkah ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.









Tinggalkan komentar