mediaseruni.co.id – Siapa sangka tumpukan limbah peternakan yang selama ini dianggap tak berguna kini menjelma menjadi sumber kekayaan baru bagi masyarakat di Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta Sebuah inovasi brilian mengubah kotoran ternak menjadi pundi-pundi rupiah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Adalah Kelompok Tani di Kalurahan Gombang dan Karangasem Kepanewon Ponjong Gunungkidul yang berhasil menyulap limbah ternak menjadi pupuk organik bernilai ekonomi tinggi. Hingga pertengahan 2026 mereka telah memproduksi sekitar 14 ton pupuk organik yang menghasilkan nilai ekonomi fantastis sebesar Rp15,4 juta. Setiap kelompok tani kini menikmati tambahan penghasilan mencapai Rp7,7 juta. Lebih dari itu potensi penghematan belanja pupuk bagi warga juga fantastis mencapai Rp75,6 juta.

Mamit Setiawan Sekretaris Perusahaan PLN Energi Primer Indonesia PLN EPI mengungkapkan pengembangan pupuk organik ini merupakan bagian integral dari strategi perusahaan dalam membangun Desa Berdaya Energi. Program ini bertujuan menciptakan nilai ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. "Kami mendorong masyarakat untuk mengubah limbah menjadi sumber daya bernilai. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan namun juga memperkuat praktik ekonomi sirkular yang seimbang antara ekonomi sosial dan lingkungan" ujar Mamit.

Related Post
Mamit menjelaskan program ini dirancang dengan siklus berkelanjutan yang saling terhubung. Limbah peternakan diolah menjadi pupuk organik lalu pupuk tersebut dimanfaatkan untuk membudidayakan tanaman multifungsi seperti Indigofera Kaliandra dan Jatiputih. Daun dari tanaman-tanaman ini kemudian kembali digunakan sebagai pakan ternak menutup siklus secara sempurna.
Siklus inovatif ini terbukti meningkatkan efisiensi usaha masyarakat mengurangi limbah serta memperkuat produktivitas pertanian dan peternakan. Capaian luar biasa ini menegaskan bahwa pengelolaan limbah ternak dapat berkembang menjadi usaha produktif yang mendukung ekonomi sirkular dan pertanian berkelanjutan. Semua ini berkat Program Desa Berdaya Energi inisiasi PT PLN Energi Primer Indonesia sejak 2024 sebagai bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan TJSL perusahaan.









Tinggalkan komentar