Harga Cabai Rawit Bikin Dompet Menjerit Ini Solusi Jitu

Harga Cabai Rawit Bikin Dompet Menjerit Ini Solusi Jitu

mediaseruni.co.id – Lonjakan harga cabai rawit di pasar domestik kian meresahkan masyarakat. Dengan rata-rata nasional kini menyentuh angka fantastis Rp 81.052 per kilogram, pemerintah tak tinggal diam. Badan Pangan Nasional Bapanas bersama Kementerian Pertanian Kementan segera meluncurkan strategi intervensi untuk meredam gejolak ini.

Kondisi pasar memang menunjukkan disparitas harga yang mencolok. Di Sulawesi Utara misalnya, harga cabai rawit sempat meroket hingga Rp 152.872 per kilogram. Angka ini jauh berbeda dengan Nusa Tenggara Timur yang masih mematok harga di kisaran Rp 56.604 per kilogram. Kesenjangan inilah yang menjadi fokus utama pemerintah untuk segera diatasi.

Harga Cabai Rawit Bikin Dompet Menjerit Ini Solusi Jitu
Gambar Istimewa : img.okezone.com

Program Fasilitasi Distribusi Pangan FDP menjadi andalan utama dalam upaya stabilisasi ini. Skema yang terbukti ampuh menekan volatilitas harga cabai di masa lalu ini akan diintensifkan. Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa menegaskan FDP akan diarahkan ke daerah-daerah yang paling merasakan dampak fluktuasi harga dan pasokan.

COLLABMEDIANET

"Kami memantau adanya dinamika harga dan ketersediaan cabai rawit di beberapa wilayah seperti Kediri yang perlu segera direspons," ujar Ketut dalam pernyataan resminya. "Oleh karena itu kami akan berkoordinasi erat dengan Kementan untuk mengidentifikasi sentra produksi yang bisa kita manfaatkan melalui FDP."

Strateginya jelas pemerintah akan mencari daerah dengan kelebihan pasokan cabai rawit yang harganya masih relatif bersahabat. Kemudian komoditas tersebut akan didistribusikan secara masif ke wilayah-wilayah yang mengalami lonjakan harga ekstrem. Para petani unggulan pun akan diajak bermitra untuk memastikan kelancaran proses distribusi ini.

Sebagai bukti efektivitasnya Bapanas mencatat pada kuartal pertama 2026 program FDP cabai rawit telah berhasil menyalurkan 5.590 kilogram. Salah satu contohnya adalah mobilisasi 3.150 kilogram cabai rawit dari Enrekang Sulawesi Selatan menuju Pasar Induk Kramat Jati Jakarta. Langkah serupa diharapkan mampu menstabilkan kembali harga cabai rawit di seluruh pelosok negeri.

Jika keberatan atau harus diedit baik Artikel maupun foto Silahkan Laporkan! Terima Kasih

Tags:

Ikutikami :

Tinggalkan komentar