JAKARTA, mediaseruni.co.id – Stabilitas harga komoditas pangan pokok kembali menjadi sorotan tajam menjelang dua perayaan besar, yakni Tahun Baru Imlek dan momentum suci Ramadhan di tahun 2026. Data terbaru yang dirilis oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada Senin, 16 Februari 2026, menunjukkan adanya gejolak harga yang signifikan, di mana beberapa item krusial mengalami lonjakan, sementara sebagian lainnya justru mencatatkan koreksi. Situasi ini tentu memantik kekhawatiran akan potensi tekanan terhadap daya beli masyarakat dan laju inflasi.
Laporan panel harga pangan Bapanas mengindikasikan bahwa beberapa komoditas strategis mengalami kenaikan yang patut diwaspadai. Peningkatan paling mencolok terjadi pada daging kerbau segar lokal, yang melonjak tajam 5,83 persen, kini bertengger di level Rp153.611 per kilogram. Sektor perberasan juga tak luput dari tekanan; beras medium non-SPHP naik tipis 0,02 persen menjadi Rp13.890 per kg, diikuti oleh beras khusus lokal yang menguat 0,59 persen mencapai Rp15.752 per kg.
Di kategori minyak goreng, konsumen harus merogoh kocek lebih dalam. Harga minyak goreng kemasan naik 0,88 persen menjadi Rp21.178 per liter, sementara minyak goreng curah menanjak 1,81 persen ke angka Rp18.021 per kg. Komoditas laut juga terpantau mengalami apresiasi harga, dengan ikan kembung naik 0,99 persen ke Rp45.761 per kg, ikan tongkol menguat 0,34 persen menjadi Rp37.130 per kg, dan ikan bandeng terkerek 0,47 persen ke Rp36.942 per kg. Bahkan, kebutuhan dasar seperti garam konsumsi pun ikut naik 0,67 persen menjadi Rp11.487 per kg.

Related Post
Namun, di tengah gelombang kenaikan ini, beberapa komoditas justru menunjukkan tren penurunan harga yang dapat sedikit meredakan beban masyarakat. Beras premium tercatat turun 0,30 persen menjadi Rp15.465 per kg, beras medium (umum) melemah 0,55 persen ke Rp13.271 per kg, dan beras SPHP terkoreksi 0,25 persen menjadi Rp12.409 per kg.
Penurunan harga yang cukup signifikan juga terlihat pada jagung peternak, yang turun 2,76 persen menjadi Rp6.695 per kg, serta kedelai biji kering impor yang melemah 1,65 persen ke Rp10.770 per kg. Kelompok bumbu dapur seperti bawang merah turun 2,73 persen menjadi Rp39.947 per kg dan bawang putih terkoreksi 1,55 persen menjadi Rp38.071 per kg. Demikian pula dengan komoditas cabai, di mana cabai merah keriting turun 1,49 persen menjadi Rp43.317 per kg dan cabai merah besar mengalami penurunan paling dalam, yakni 3,86 persen menjadi Rp39.174 per kg.
Fluktuasi harga ini, yang seringkali menjadi pola musiman menjelang hari-hari besar keagamaan, mengindikasikan adanya peningkatan permintaan yang tidak selalu diimbangi oleh pasokan yang optimal atau kendala dalam rantai distribusi. Bapanas sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam menjaga ketahanan pangan nasional, terus memantau pergerakan harga ini secara ketat. Langkah antisipatif dari pemerintah sangat dinantikan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menjaga stabilitas harga, khususnya pada komoditas vital yang mengalami kenaikan signifikan, demi menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional di tengah persiapan menyambut dua momen penting tersebut.









Tinggalkan komentar