JAKARTA – Pasar komoditas domestik kembali diwarnai dinamika menarik pada Sabtu (28/3/2026) seiring dengan apresiasi signifikan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam). Logam mulia ini mencatatkan kenaikan sebesar Rp27.000, menempatkan harga per gramnya di level Rp2.837.000, setelah sempat menunjukkan stagnasi pada periode sebelumnya.
Kenaikan ini tidak hanya terbatas pada harga jual, melainkan juga merambah pada harga buyback atau harga beli kembali oleh Antam, yang melonjak lebih fantastis, yakni Rp47.000 per gram. Dengan demikian, harga buyback kini bertengger di angka Rp2.461.000 per gram. Lonjakan harga ini mengindikasikan sentimen positif di kalangan investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi global, atau mungkin respons terhadap pergerakan harga emas di pasar internasional yang cenderung menguat.
Penting untuk dicatat bagi para calon investor maupun pemilik emas, bahwa transaksi jual beli emas batangan Antam saat ini tidak dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2022. Kebijakan ini tentu menjadi insentif tambahan bagi pelaku pasar. Namun, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 Tahun 2023, tarif Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,25 persen tetap akan diberlakukan. PT Antam Tbk, selaku penjual, akan menerbitkan bukti potong pajak atas transaksi tersebut, memastikan kepatuhan terhadap regulasi perpajakan yang berlaku.

Related Post
Untuk memberikan gambaran yang lebih komprehensif, berikut adalah rincian harga emas batangan Antam berdasarkan berbagai pecahan yang tersedia, sebagaimana dilansir dari laman resmi Logam Mulia pada Sabtu (28/3/2026):
- Emas 0,5 gram: Rp1.468.000
- Emas 1 gram: Rp2.837.000
- Emas 2 gram: Rp5.614.000
- Emas 3 gram: Rp8.396.000
- Emas 5 gram: Rp13.960.000
- Emas 10 gram: Rp27.865.000
Kenaikan harga ini tentunya menjadi kabar gembira bagi para bullish emas dan menunjukkan potensi daya tarik logam mulia sebagai instrumen investasi yang resilien di tengah fluktuasi pasar. Investor disarankan untuk terus memantau pergerakan harga dan faktor-faktor ekonomi makro yang dapat memengaruhi nilai emas di masa mendatang.









Tinggalkan komentar